Head to Head Pemilukada Bali (10-16 April 2013)

18 Apr

PoliticaWave – Pasangan incumbent Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta menjadi pasangan yang paling banyak diperbincangkan di media sosial menjelang Pemilukada Bali yang dilaksanakan pada 15 Mei 2013. Berdasarkan hasil pemantauan oleh PoliticaWave pada 10 Maret hingga 16 April 2013, ditemukan bahwa Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memimpin di dua chart, yaitu share of awareness dan share of citizens. Pada share of awareness, pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta mendominasi percakapan dengan persentase sebesar 64,7%. Posisi kedua diisi oleh pasangan Puspayoga-Dewa Sukrawan dengan persentase sebesar 35,3%.

Image 

Untuk chart share of citizen, hasilnya juga sama dengan chart share of awareness. Pada chart ini posisi pertama diisi oleh Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta yang mendominasi dengan persentase sebesar 71,5%. Sedangkan untuk posisi kedua diisi oleh Puspayoga-Dewa Sukrawan dengan persentase sebesar 28,5%.

Image 

Seperti halnya pemantuan pada Pemilukada sebelumnya, pasangan incumbent umumnya memimpin pada jumlah buzz di media sosial, namun berbanding terbalik dengan sentimennya. Hal inilah yang kembali ditemukan pada Pemilukada Bali. Meskipun pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memimpin pada dua chart sebelumnya, akan tetapi pada chart sentimen Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta mendapatkan sentimen paling negatif dibandingkan pasangan kandidat lainnya. Pada chart candidate electability, pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta berada di wilayah negatif dengan poin sebesar -53,31. Sedangkan pasangan Puspayoga-Dewa Sukrawan berada di dalam sentimen positif dengan poin sebesar 53,31.

 Image

Terkait dengan masalah sentimen, adapun isu yang diperbincangkan oleh netizen mengenai para Cagub Bali ini sebagian besar diisi oleh isu mengenai harta serta kekayaan para kandidat. Pada pasangan kandidat Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta, isu harta kekekayaan cenderung mengarah negatif. Hal ini dikarenakan beberapa netizen mempertanyakan hasil verifikasi KPK mengenai harta kekayaan Made Mangku Pastika yang jumlahnya Rp 7,3 Miliar. Selain itu, mereka juga membicarakan mengenai wakil Pastika, yaitu Sudikerta, yang dianggap sebagai calon kandidat terkaya karena memiliki harta sebesar Rp 78,8 Miliar. Sentimen negatif mengenai Pastika-Sudikerta dengan masalah harta kekayaan semakin heboh karena Pastika memberikan empat buah buku kepada tim KPK, selaku pemeriksa harta kekayaan.

Sedangkan untuk pasangan Puspayoga-Dewa Sukrawan, isu harta kekayaan lebih mengarah ke sentimen netral dan positif. Hal ini dikarenakan jumlah harta kekayaan Puspayoga lebih sedikit dibandingkan Pastika, yaitu sebesar Rp 5,9 Milliar. Ditambah lagi, Puspayoga menyatakan bahwa harta tersebut sebagian besar adalah warisan sehingga netizen cenderung tidak menaruh curiga terhadap harta tersebut. Selain itu, pernyataan KPK yang menyatakan bahwa Puspayoga menjadi kandidat yang kooperatif dalam verifikasi harta kekayaan membuat sentimen Puspayoga dalam isu harta kekayaan cenderung positif.

Selain isu harta kekayaan, isu lain yang hangat dibicarakan oleh netizen adalah mengenai komitmen tiap kandidat. Pada isu ini Pastika lebih banyak dibicarakan oleh netizen karena salah satu cara untuk berkomitmen dengan konstituennya adalah dengan membuat kontrak politik. Sedangkan manuver yang dilakukan oleh Puspayoga masih sebatas berkomitmen untuk tidak korupsi.

Selain kedua isu tersebut, beberapa isu lain yang berkaitan dengan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta namun dalam konteks yang cukup negatif adalah mengenai anjloknya figur Pastika pada survei politik, kedatangan dirinya ke konstituen yang dianggap hanya mencari pencitraan, serta perselisihan dengan WALHI terkait izin Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Untuk isu yang cukup positif antara lain diprediksi menang oleh novelis Karangasem, Gede Sugiarta, keinginannya untuk mempertahankan pertanian, memuji konferensi Forkoma PMKRI yang tidak menggunakan kertas, serta kebijakan dirinya yang ingin membangun Monorel dan Sport Tourism.

Sedangkan untuk isui-isu negatif yang berkaitan dengan Puspayoga-Dewa Sukrawan adalah mangkirnya mereka dalam acara temu kandidat dan dipertanyakannya profesionalitas Puspayoga karena sampai saat ini dirinya masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali. Untuk isu positif terkait pasangan nomor urut 1 tersebut adalah seperti kebijakan mereka yang ingin merealisasikan pemerataan pembangunan di Bali, disambutnya mereka ketika berkampane di Pasar Gilimanuk, serta berniat untuk mendirikan sekolah wisata di Jembrana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: