Penyerangan LP Cebongan, Netizen Tidak Percaya Bahwa Kopassus Pelakunya (23 Maret-3 April 2013)

8 Apr

PoliticaWave- Adanya kasus penyerangan di LP Cebongan pada 23 Maret 2013 yang lalu menjadi salah satu isu yang dibicarakan oleh netizen di media sosial. Meskipun tidak dalam jumlah percakapan yang cukup tinggi, banyak netizen yang membicarakan mengenai kasus penyerangan tersebut dilakukan oleh 17 orang bersenjata laras panjang yang menewaskan empat tahanan. Berbagai pihak menyatakan bahwa penyerangan tersebut diduga kuat dilakukan oleh anggota militer, khususnya adalah Kopassus.

Ternyata dugaan itu tidak sepenuhnya disetujui oleh netizen di media sosial. Berdasarkan pemantauan PoliticaWave dari 27 Maret-3 April 2013, terdapat 13.085 buzz yang membahas mengenai kasus penyerangan LP Cebongan. Dari jumlah tersebut, banyak netizen yang mencoba untuk netral. Adapun beberapa caranya adalah hanya mempublikasikan kembali berita mengenai kejadian tersebut yang ditulis di media online.

Namun apabila dikaitkan dengan tingkat kepercayaan, hampir sebagian besar netizen  tidak percaya bahwa Kopassus adalah pelaku dalam penyerangan di LP Cebongan. Berikut ini adalah tampilan grafik mengenai kepercayaan masyarakat terhadap keterlibatan Kopassus dalam kasus LP Cebongan:

 Image

Dari grafik tersebut terlihat banyak netizen yang tidak percaya dengan keterlibatan Kopassus. Hal ini dikarenakan adanya kejanggalan yang seolah-olah menunjukkan bahwa Kopassus adalah pelakunya.

Salah satu contoh kejanggalan tersebut adalah terkait dengan jumlah pelaku, cara, serta durasi penyerangan yang tidak sesuai. Bagi netizen¸ apabila benar LP Cebongan diserang oleh Kopassus, seharusnya jumlah pelaku tidak perlu sampai 17 orang dan durasinya bisa kurang dari 15 menit. Sebagai salah satu tim elit terbaik di dunia, Kopassus juga menyerang dengan cara yang sunyi senyap dan tidak memberondong peluru ke target. Hal ini sekiranya cukup berbeda dengan yang terjadi di LP Cebongan.

Para netizen juga meyayangkan berbagai media yang mencoba menyudutkan Kopassus dengan cara membuat kesimpulan bahwa Kopassus adalah pelaku penyerangan tersebut karena terkait dengan kasus tewasnya Sertu Santosa di Hugo’s Café. Hal ini dikarenakan banyak media yang mengira bahwa Sertu Santosa adalah anggota Kopassus sehingga penyerangan tersebut dianggap sebagai balas dendam dari Kopassus karena keempat pelaku menewaskan salah seorang temannya. Namun yang terjadi sebenarnya (menurut netizen) adalah bahwa Sertu Santosa pada saat itu berstatus sebagai mantan Kopassus.

Pembelaan terhadap Kopassus ini semakin didukung atas munculnya kumpulan tweet yang disampaikan oleh politisi dari PDIP, yaitu Tjahjo Kumolo, pada akun twitternya. Dalam kumpulan twitter tersebut dikatakan bahwa mustahil Kopassus dapat menyerang LP Cebongan. Selain tweet Tjahjo, kemunculan tulisan dari akun bernama Idjon Djanbi juga menjadi pemicu serta referensi bagi netizen yang ikut membela bahwa Kopassus bukanlah pelaku dalam penyerangan tersebut. Beberapa di antara terlihat percaya dengan isi dari tulisan tersebut karena dianggap beberapa temuan yang ditampilkan oleh sang “detektif digital” ini terlihat masuk akal. Berdasarkan tulisan tersebut, mereka menduga bahwa penyerangan ke LP Cebongan ini didalangi oleh oknum kepolisian karena adanya perang mafia dan kartel narkoba yang melibatkan oknum polisi.

Selain kepada media, banyak netizen juga menyayangkan sikap Komnas HAM yang terlihat tidak adil pada kasus ini. Ketidakadilan tersebut terlihat dari upaya Komnas HAM yang menggebu-gebu untuk memeriksa Kopassus. Bagi netizen, selain memeriksa Kopassus, seharusnya Komnas HAM juga mengusut pelaku lainnya yang diduga terkait dengan tewasnya Sertu Santosa karena berkaitan juga dengan hilangnya nyawa manusia. Selain itu, ketidakadilan tersebut juga terlihat dari upaya Komnas HAM yang terlihat diam apabila TNI menjadi korban, namun menjadi vokal jika TNI dianggap sebagai pelaku pada suatu kasus penyerangan.

Terkait dengan kasus ini, beberapa netizen juga mengaitkan kasus Cebongan dengan Prabowo. Terlihat dari beberapa netizen yang mencoba meminta respon Prabowo mengenai kasus ini dengan cara bertanya pada akun twitter-nya. Mereka juga beranggapan bahwa apabila benar Kopassus adalah pelakunya, maka kondisi Kopassus tidak jauh berbeda dengan masa lalu, di mana mereka suka menyerang masyarakat sipil. Selain itu mereka meminta agar pemerintah dapat segera menyelesaikan kasus ini karena mengandung banyak kepentingan dan bisa memberikan teror bagi masyarakat menjelang 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: