Terpilihnya SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (29 Maret-1 April 2013)

2 Apr

PoliticaWave – terpilihnya Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi ketua umum Partai Demokrat ternyata menjadi salah satu isu hangat yang diperbincangkan oleh netizen di media sosial selama seminggu terakhir. Sebagai contoh adalah pemantauan yang dilakukan oleh PoliticaWave dari 29 Maret hingga 1 April 2013. Selama empat hari tersebut, terdapat kurang lebih 16596 buzz yang membahas mengenai isu terpilihnya SBY menjadi ketua umum Partai Demokrat.

Sebagian besar percakapan tersebut diisi oleh komentar yang netral, negatif, serta cenderung ke arah sarkasme. Untuk komentar netral, ditandai dengan adanya publikasi ulang netizen terhadap beberapa artikel di portal berita online. Selain itu terdapat juga pernyataan yang menganggap bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang “sah-sah saja”.

Sedangkan untuk komentar negatif dan sarkasme, beberapa contoh di antaranya adalah seperti opini netizen yang menganggap terpilihnya SBY menjadi ketua umum memperlihatkan bahwa terdapat krisis kepemimpinan di dalam Partai Demokrat. Beberapa netizen juga menganggap yang terjadi Demokrat seperti halnya masa Orde Baru karena SBY terlihat seperti abuse of power dan proses pemilihannya yang terasa kurang demokratis. Terpilihnya SBY ini juga dianggap menjadi bom waktu bagi Partai Demokrat karena dapat menurunkan citra SBY dan Partai Demokrat pada Pemilu 2014 nanti.

Kondisi semakin diperkeruh ketika Taufik Kiemas juga mendukung  agar SBY menjadi ketua umum. Atas pernyataan tersebut, berbagai reaksi dan komentar bermunculan dari netizen. Beberapa contoh komentarnya antara lain Taufik Kiemas dianggap tidak amanah dan telah pindah partai karena ikut urut campur pada masalah partai lain (Demokrat). Opini selanjutnya adalah adanya kewajaran apabila Taufik Kiemas mendukung karena kondisi yang terjadi pada Partai Demokrat hampir sama dengan partai istrinya, yaitu PDIP, dimana terasa seperti partai keluarga.

Beberapa netizen berharap terpilihnya SBY sebagai ketua umum diikuti juga dengan mundurnya beliau sebagai presiden. Hal ini dikarenakan ketika ketua umum sebelumnya, Anas Urbaningrum, mundur sebagai anggota DPR setelah terpilih sebagai ketua umum atau seperti yang terjadi di PKS di mana Anis Matta juga mundur ketika harus menggantikan Luthfi Hasan. Selain itu, apabila SBY tetap merangkap jabatan, maka hal ini bertolakbelakang dengan pernyataan beliau yang mengkritik menteri-menteri yang mementingkan urusan partai politik dibandingkan urusan negara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: