Analisa Kandidat Pilkada Jawa Tengah (5-18 Maret 2013)

27 Mar

Politicawave – Perbincangan mengenai para kandidat pada Pilkada Jawa Tengah cenderung dinamis di media sosial. Hal ini terbutki dari hasil pemantauan PoliticaWave mengenai tiga pasang kandidat yang akan bertarung pada Mei nanti. Berdasarkan hasil pemantauan PoliticaWave dari tanggal 5-18 Maret 2013, terlihat pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko memimpin di dua chart, yaitu share of awareness dan share of citizen. Pada chart share of awareness pasangan Ganjar-Heru mendapatkan persentase sebesar 54%. Posisi kedua diisi oleh Hadi Prabowo-Don Murdono dengan persentase sebesar 32%. Sedangkan untuk tempat ketiga diisi oleh Bibit Waluyo-Sudijono dengan persentase sebesar 14%.

Image 

Hasil yang sama juga ditemukan pada chart share of citizen. Pasangan Ganjar-Heru kembali memimpin pada chart ini dengan jumlah unique user sebanyak 3653 (46%). Untuk posisi kedua diisi oleh pasangan Hadi-Don dengan jumlah unique user sebanyak 2761 (35%). Dan posisi terakhir diisi oleh pasangan Bibit-Sudijono dengan unique user sebanyak 1526 (19%).

 Image

Pada chart sentimen, pasangan Bibit-Sudijono memimpin dan menjadi satu-satunya pasangan kandidat yang berada pada sentimen positif di media sosial. adapun pasangan Bibit-Sudijono mendapatkan sentimen dengan nilai sebesar 16,68. Sedangkan pasangan Hadi-Don dan Ganjar-Heru berada pada sentimen negatif  dengan nilai di bawah -5. Untuk pasangan Hadi-Don, mereka mendapat nilai sentimen sebesar -6,21 dan pasangan yang memimpin di dua chart lainnya, yaitu Ganjar-Heru, mendapatkan nilai sebesar -10,47.

Image
 

Dari hasil pemantauan PoliticaWave, adapun beberapa isu terkait dengan Bibit-Sudijono yang cenderung positif adalah seperti kesuksesan Bibit selama memimpin menjadi Gubernur Jawa Tengah, banyaknya Partai besar yang mendukung Bibit-Sudijono, serta digandengnya akademisi sebagai wakil gubernur. Namun ada juga beberapa isu negatif yang terkait dengan Bibit-Sudijono, hampir sebagian besar isu negatif tersebut adalah berkhianatnya Bibit dari PDI-P karena maju dari partai lain, pidato Bibit di UNS yang menyindir Joko Widodo (Jokowi), serta kebijakan Bibit yang menyetujui pembangunan pabrik yang ternyata dikecam warga sekitar.

Untuk isu yang terkait dengan Hadi-Don, hampir sebagian besar diisi oleh publikasi netizen mengenai pemberitaan media online mengenai persiapan Hadi-Don dalam menghadapi Pilkada Jateng dengan melakukan konsolidasi partai serta 6 partai menengah yang mendukung mereka. Selain pemberitaan tersebut, isu lain yang berkaitan dengan Hadi-Don adalah seperti kemenangan beruntun yang dialami oleh PKS pada Pilkada lainnya (Jawa Barat dan Sumatera Utara), mundurnya Don Murdono dari PDI-P demi maju sebagai wakil gubernur, kehadiran Hadi-Don yang dianggap sebagai gelombang baru kepemimpinan di Jawa Tengah, dan adanya rencana Hadi-Don untuk menghabiskan biaya politik yang cukup besar pada Pilkada nanti. Untuk isu negatif yang berkaitan dengan Hadi-Don adalah sebuah kumpulan tweet yang berisi “lima alasan mengapa netizen harus menolak Hadi Prabowo-Don Murdono”.

Sedangkan untuk pasangan Ganjar-Heru, isu yang diperbincangkan oleh netizen sebagian besar mengenai keputusan PDI-P yang ternyata lebih memilih Ganjar Pranowo sebagai kader yang akan bertarung di Pilkada Jateng. Isu lain yang cukup diperbincangkan adalah “utang” lima RUU yang harus diselesaikan oleh Ganjar Pranowo sebelum akhirnya dia berkonsentrasi dalam Pilkada nanti. PoliticaWave juga menemukan bahwa terdapat sebuah tulisan yang juga dipublikasikan oleh beberapa netizen. Adapun tulisan tersebut berisi beberapa alasan mengapa masyarakat harus memilih Ganjar-Heru.

Dari hasil pemantuan PoliticaWave, nama lain yang erat kaitannya dengan Ganjar Pranowo di media sosial adalah Gubernur DKI Jakarta, yaitu Jokowi. Pada kali ini, Jokowi menawarkan bantuan kepada Ganjar-Heru untuk menjadi juru kampanye mereka pada Pilkada Jateng. Selain menawarkan bantuan, Jokowi juga memberikan sebuah wejangan kepada Ganjar sebelum bertarung pada Pilkada Jateng. Ternyata upaya Jokowi tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh netizen. Beberapa netizen menyesali pernyataan Jokowi tersebut karena Jokowi lebih terlihat sebagai juru kampanye dibandingkan Gubernur DKI Jakarta. Mereka berharap agar Ganjar lebih baik menjadi diri sendiri dibandingkan mengikuti Jokowi. Hal ini terlihat dari Pilkada sebelumnya di mana kehadiran Jokowi ternyata tidak memberikan kemenangan kepada Rieke maupun Effendi. Selain itu beberapa netizen juga merasa bahwa Ganjar Pranowo dapat lebih menarik dibandingkan Jokowi karena wajahnya yang tampan, terutama bagi para pemilih perempuan dan kalangan ibu-ibu.

Seperti yang telah ditampilkan pada chart di atas, baik share of awareness dan candidat electability, tingginya buzz mengenai Ganjar-Heru ternyata tidak sepenuhnya berisi dengan buzz yang positif melainkan diisi dengan buzz yang cenderung negatif. Dari hasil pemantauan PoliticaWave, sebagian besar isu negatif yang berkaitan dengan Ganjar-Heru adalah kesalahan yang dilakukan oleh PDI-P karena lebih memilih Ganjar Pranowo dibandingkan Rustriningsih. Beberapa netizen juga merasa popularitas Ganjar kurang tinggi di Jawa Tengah dibandingkan pasangan kandidat lainnya. Selain itu, beberapa isu lainnya adalah adanya curi start kampanye yang dilakukan Ganjar serta tindakan Ganjar yang menyakiti hati para guru YPP Wonogiri karena membatalkan kedatangannya, padahal mereka telah menunggu sampai malam.

 Mengenai Rustriningsih, PoliticaWave melihat bahwa tidak dipilihnya Rustriningsih menjadi calon Gubernur dari PDI-P menjadi perbincangan yang cukup hangat di media. Hampir sebagian besar netizen merasa kecewa dengan PDI-P karena tidak memilih Rustriningsih hanya karena sempat terlibat pada suatu ormas. Padahal dirinya adalah kader yang tepat untuk mewakili PDI-P pada Pilkada Jateng. Hal ini terlihat dari kinerja, elektabilitas, popularitas, dan pengalaman beliau di Jawa tengah terhitung bagus. Beberapa netizen, yang dianggap sebagai pendukung Rustriningsih, menganggap bahwa Pilkada Jateng akan terasa kurang karena tidak adanya Rustriningsih di dalam bursa pemilihan sehingga mereka berencana untuk golput pada pemilihan nanti. Selain itu, beberapa netizen menyarankan agar Rustriningsih lebih baik pindah partai dibandingkan harus bertahan di PDI-P.  Meskipun banyak yang kecewa dengan penunjukkan tersebut, namun sebagian besar netizen tetap menghargai loyalitas dan mendukung segala keputusan yang dibuat oleh Rustriningsih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: