4 Dari 5 Pilkada Bisa Diprediksi Melalui Media Sosial

11 Mar

PoliticaWave berbeda dengan lembaga survei lainnya. Hal ini dikarenakan PoliticaWave memantau dan mengumpulkan percakapan yang real tanpa menggiring opini masyarakat. Dengan jutaan percakapan yang dipantau secara live, PoliticaWave telah berhasil membuktikan prediksinya sebanyak empat kali berturut-turut pada Pilkada.

Analisa mengenai pemantauan tersebut dibagi ke dalam tiga chart, yaitu share of awareness, share of citizen, dan sentime/candidate electability. Berdasarkan pengamatan PoliticaWave pada Pilkada sebelumnya, umumnya pasangan kandidat yang memenangkan Pilkada adalah mereka yang memimpin semua chart, terutama pada chart share of awareness.

Sebagai contoh adalah Pada Pilkada DKI Jakarta Putaran I, PoliticaWave membuat gebrakan karena mengeluarkan hasil yang sangat berbeda dibandingkan prediksi yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei. Pada putaran I ini PoliticaWave memprediksi bahwa pasangan Jokowi-Basuki akan berada di posisi pertama karena memimpin semua chart, termasuk share of awareness. Ternyata hasil penghitungan KPU DKI Jakarta sesuai dengan prediksi PoliticaWave.

 Contoh kedua adalah Pada Pilkada DKI Jakarta Putaran II, hasil pemantauan PoliticaWave kembali akurat karena sesuai dengan hasil penghitungan suara oleh KPU DKI Jakarta. Pada Pilkada ini, PoliticaWave menempatkan pasangan Jokowi-Basuki sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih karena kembali memimpin pada chart share of awareness dan beberapa chart lainnya.

 Contoh Selanjutnya adalah pada Pilkada Sulawesi Selatan. Pada Pilkada Sulawesi Selatan, PoliticaWave memprediksi bahwa pasangan Syahrul-Agus memenangkan Pilkada Sulawesi Selatan karena pasangan tersebut berada pada posisi pertama di chart share of awareness. Ternyata prediksi tersebut sesuai dengan hasil penghitungan KPU Sulawesi Selatan. Hal ini membuktikan bahwa media sosial dapat memprediksi Pilkada yang terjadi selain di Jakarta maupun di luar Jawa

Contoh terakhir adalah Pilkada Jawa Barat. Pada Pilkada ini, PoliticaWave melihat bahwa Aher-Deddy akan menjadi pemenang dalam Pilkada Jawa Barat karena pasangan tersebut memimpin dengan persentase yang cukup besar pada chart share of awareness. Ternyata hasil quick count beberapa lembaga survei sesuai dengan prediksi dari PoliticaWave ini. Kesesuaian ini tidak hanya menempatkan Aher-Deddy sebagai pemenang, tetapi juga posisi kedua dan ketiga pada hasil Pilkada Jawa Barat.

Namun yang terjadi di Pilkada Sumatera Utara, PoliticaWave melihat adanya anomali karena persentase perbincangan netizen mengenai para kandidat tidak cukup sesuai karena terdapat perbedaan antara data temuan PoliticaWave dengan hasil temuan di lapangan. PoliticaWave melihat bahwa adanya perbedaan percakapan online Pilkada Sumatera Utara dengan hasil pemilihan berkaitan dengan berbagai faktor, salah satunya adalah partisipasi offline netizen.

Jika mengacu dari beberapa Pilkada sebelumnya, adanya kesesuaian antara hasil pemantauan PoliticaWave dengan hasil pemilihan adalah dikarenakan percakapan netizen mengenai kandidat dan para pendukungnya di media sosial direalisasikan dengan memilih salah satu kandidat pada saat hari pemilihan. Akan tetapi, pada Pilkada kali ini PoliticaWave melihat bahwa bahwa banyaknya perbincangan netizen mengenai kandidat tidak diikuti dengan partisipasi netizen yang mempunyai hak memilih di Pilkada Sumatera Utara. Hal ini dapat dilihat dari beberapa opini di media sosial serta laporan yang menyatakan tingkat golput di Sumatera Utara tergolong tinggi, yaitu sekitar 53%. Tingkat golput ini lebih tinggi dibandingkan Pilkada sebelumnya yang pernah dipantau oleh PoliticaWave. Umumnya tingkat golput pada Pilkada yang dipantau tersebut sekitar 30%.

Oleh karena itu, PoliticaWave melihat bahwa kampanye di media sosial perlu didukung dengan strategi kampanye yang tepat. Strategi kampanye kandidat di media sosial perlu dirancang sedemikian rupa agar membangkitkan semangat para pemilik suara untuk mendukung kandidatnya bukan hanya dengan aktif berkampanye di media sosial tetapi bahwa para relawan tersebut juga mau untuk memberikan suaranya di TPS-TPS pada hari H.

Advertisements

One Response to “4 Dari 5 Pilkada Bisa Diprediksi Melalui Media Sosial”

  1. kaskuser Regional Jogja September 30, 2013 at 8:59 am #

    betul gan, ngga semua orang punya twitter, dan ngga semua yg punya twitter ikutan milih… strategi kampanye harus mengkoneksikan yg punya twitter dengan offline voters.

    kl jakarta sih tdk perlu itu, karena yg punya twitter sangat banyak, dan cukup mudah memetakan itu.

    tp untuk di lain tempat(daerah), harus ada strategi khusus buat kampanyenya…

    intinya, tweet ada di kota, buat di daerah, perlu strategi tambahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: