Kisruh Partai Demokrat antara Anas vs SBY

13 Feb

Kisruhnya masalah internal Partai Demokrat yang terjadi selama belakangan ini menyebabkan isu tersebut menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan oleh para netizen. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh PoliticaWave 1-10 Februari 2013, ditemukan bahwa konflik yang terjadi antara Anas Urbaningrum dengan Susilo Bambang Yudhoyono mendapatkan buzz sebesar 78.358 dengan unique user yang membicarakan sebanyak 23.248. Berikut ini adalah tampilan data pemantauan tersebut:

 Image

Berdasarkan dari grafik tersebut, terlihat bahwa nama SBY mendominasi perbincangan mengenai Partai Demokrat di media sosial dibandingkan Anas Urbaningrum. Adapun isu yang diperbincangkan terkait dengan kedua nama tersebut adalah mengenai kasus pengambilalihan peran Anas Urbaningrum sebagai ketua umum oleh SBY. Pada kesempatan tersebut SBY juga mengisyaratkan Anas untuk mundur dari jabatan ketua umum untuk memberi kesempatan kepada Anas agar memfokuskan diri menghadapi masalah dugaan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. SBY menyatakan bahwa solusi ini dilakukan setelah mendapatkan petunjuk ketika berdoa di Arab Saudi.

Ternyata tindakan yang dilakukan oleh SBY tersebut mendapatkan respon yang kurang baik di media sosial. Dari hasil pemantauan Politicawave, banyak netizen yang menganggap upaya yang dilakukan SBY ini seolah memperlihatkan SBY sebagai sosok yang diktator karena mencoba mengambil alih kekuasaan di Partai Demokrat. Selain itu, terdapat beberapa opini lain yang menyatakan SBY lebih mementingkan kepentingan Partai Demokrat saja dibandingkan rakyat Indonesia karena terus menerus berdoa agar Partai Demokrat dibebaskan dari berbagai cobaan berat.

Sebaliknya, citra Anas cenderung netral di mata netizen. Meskipun banyak yang menyerang Anas karena dirinya terlibat kasus Hambalang, namun terdapat beberapa opini yang lebih mendukung Anas dalam permasalahan konflik internal partai ini. Salah satu contoh opininya adalah Anas dianggap sebagai pemimpin yang bagus karena lebih mendekatkan diri dengan grassroot dan para kader dibandingkan dengan SBY yang membentuk koalisi dengan elite Partai Demokrat. Pendekatan yang dilakukan antara lain seperti bercerita dengan kader mengenai loyalitas sahabat Nabi Muhammad SAW. Opini dukungan lainnya adalah mengajak Anas untuk meninggalkan Partai Demokrat dan membentuk partai lain yang bernama Partai Demokrat Perjuangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: