Social Media untuk Menghubungkan Kandidat dengan Konstituen

6 Feb

Jawa Barat adalah satu satu provinsi dengan wilayah terluas dan penduduk terbesar di Indonesia. Para kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur harus melakukan sosialisasi dan kampanye secara kreatif untuk menjangkau semua konstituen. Dalam masa kampanye yang singkat, para kandidat sulit untuk menjangkau semua konstituen dan meyakinkan mereka untuk memilih. Dibutuhkan bauran media yang bisa berkomunikasi secara luas dan cepat. Yang terpenting adalah media tersebut mempunyai kemampuan untuk melibatkan partisipasi dari masyarakat dalam proses kampanye kandidat.

Beruntung dengan kemajuan teknologi, saat ini media yang ada tidak terbatas lagi hanya kepada media yang bersifat komunikasi 1 arah (one way communication), seperti Televisi, Koran, Radio dan Bilboard. Dengan social media, para kandidat dan tim sukses dapat dengan mudah menyebarluaskan pesan, berita maupun visi misi secara cepat dan dapat menjangkau konstituen secara luas. Dan melalui social media, para kandidat dan tim sukses dapat mengajak para konstituennya untuk terlibat secara aktif dalam kampanye. Cukup dengan meneruskan dan membagikan tweet¸status,berita maupun diskusi tentang kandidat di social media, sudah merupakan partisipasi aktif dari konstituen di social media.

Pada Pilkada DKI dapat kita lihat tingkat partisipasi masyarakat yang tidak tergabung dalam tim sukses dalam kampanye mendukung pasangan Jokowi-Ahok di social media. Mereka tergabung dalam wadah-wadah relawan di social media, yang selalu menyebarkan berita baik tentang Jokowi-Ahok di social media. Kehadiran mereka sangat membantu pasangan Jokowi-Ahok dalam pemenangan Pilkada DKI. Dengan tingkat kesibukan masyarakat saat ini, agak sulit untuk meminta mereka berpartisipasi aktif dalam kampanye kandidat dengan cara turun ke lapangan secara langsung. Tetapi mudah untuk meminta mereka berpartisipasi melalui social media, karena hanya memerlukan handphone ataupun komputer. Selama putaran kedua ada lebih dari 500.000 netizen yang mendukung pasangan Jokowi-Ahok di social media.

Para kandidat Pilkada Jawa Barat dapat memanfaatkan social media untuk mengajak konstituen mensosialisasikan kampanye mereka. Semua aktivitas kandidat dan tim suksesnya di social media dapat diukur secara akurat. Dari chart di situs www.politicawave.com, tidak hanya jumlah pembicaraan (Share of Awareness) saja yang harus diperhatikan, tetapi yang terpenting adalah jumlah netizen (Share of Citizen) yang melakukan pembicaraan. Semakin banyak netizen yang melakukan pembicaraan tentang kandidat, maka pesan tersebut pun akan semakin viral. Reach atau potensial akun yang dijangkaupun akan semakin besar. Selain itu tingkat interaksi (Interaction Index) dari netizen terhadap pesan-pesan tentang kandidat pun semakin tinggi. Dan persepsi publik (Sentimen Index) di social media terhadap kandidat pun harus selalu dipastikan positif.

 Image

Selama periode 10 November-10 Desember 2012, hasil kampanye social media para kandidat dapat dilihat pada tabel diatas. Kandidat dengan jumlah netizen terbesar adalah Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dengan 10.149 netizen, sementara kandidat dengan Reach (jangkauan pembicaraan) terbesar juga Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang berpotensi menjangkau sampai 26.584.284 akun. Kandidat dengan tingkat interaksi (Interaction Index) terbesar adalah Dikdik Mulyana –Cecep Toyib dengan tingkat interaksi sebesar 51,46%, sayangnya jumlah percakapan dan netizen yang melakukan percakapan tentang mereka sangat kecil. Sementara kandidat dengan tingkat kesukaan netizen (Sentimen Index) terbesar adalah Rieke Diah-Teten Masduki sebesar 6.44.

Dengan selalu melakukan pemantauan dan pengukuran, para kandidat dapat selalu mengevaluasi setiap aktivitas yang sudah dilakukan di social media. Setiap konten pembicaraan di social media dapat diukur efektivitasnya. Kandidat juga perlu meningkatkan partisipasi netizen dengan jumlah follower besar, karena Reach yang dihasilkan oleh mereka pun lebih besar.  Konten yang menarik akan disebarkan secara sukarela oleh netizen melalui Twitter, Facebook, Blog dan Forum. Percakapan dan rekomendasi netizen di social media lebih dipercaya oleh social networknya, daripada percakapan yang dilakukan oleh kandidat dan tim sukses sendiri. Jadi sangat penting bagi para kandidat untuk dibicarakan secara positif oleh banyak netizen di social media.

 

Penulis :

Yose Rizal

Founder PoliticaWave.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: