Performa Kandidat Pilgub Jawa Barat di Social Media

6 Feb

Pertarungan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di social media semakin meningkat intensitasnya. Semua tim sukses berlomba-lomba mensosialisasikan kandidatnya masing-masing melalui Twitter, Facebook, Blog, Forum dan Youtube. Semua berita dari online media pun tidak luput disebarkan melalui Twitter dan Facebook. Semua usaha ini menandakan kesadaran dari kandidat dan tim sukses terhadap pentingnya social media sebagai salah satu media sosialisasi dan kampanye.

Dari berbagai chart di situs www.politicawave.com dapat kita lihat sengitnya pertarungan Pilkada Jawa Barat di social media, terutama antara 3 pasangan kandidat, yaitu Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Dede Yusuf-Lex Laksamana dan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki. Jumlah percakapan antara ketiga kandidat tersebut saling menyusul hampir setiap hari. Pada chart Candidate Electability pun, yang berisikan persepsi konstituen terhadap kandidat juga masih sering terjadi perubahan posisi kandidat.

Melalui social media monitoring,  para kandidat dapat selalu mengukur efektivitas dan keberhasilan dari aktivitas mereka di social media. Salah satu keunggulan social media adalah pengukuran dapat selalu dilakukan dan sifatnya lebih realtime. Aktivitas yang berhasil dapat terus dilanjutkan dan aktivitas yang tidak berhasil dapat segera dievaluasi. Aktivitas dan kegiatan offline pun dapat dipantau di social media, karena semua kegiatan kandidat pasti disebarkan dan dibicarakan di social media.

Selain dari jumlah percakapan dan persepsi konstituen terhadap kandidat, ada beberapa parameter lain yang dapat digunakan oleh kandidat dan tim suksesnya dalam mengukur keberhasilan kampanye di social media. Social media adalah media interaksi dua arah, dimana diharapkan terjadi dialog dan diskusi antara kandidat, tim sukses relawan dan masyarakat awam. Sehingga sangat penting untuk mengukur tingkat interaksi yang terjadi dan sejauh mana percakapan tentang kandidat terjadi.

 Image

Pada periode 1-17 Desember, dari Performance Analysis Chart, dapat kita lihat hasil sementara pertarungan para kandidat di social media. Performance Analysis diatas terdiri dari 3 metriks pengukuran, yaitu Jumlah percakapan yang dilambangkan oleh besaran diameter, Reach (Potensial akun yang bisa dijangkau) pada Sumbu X dan Interaction Index (Tingkat interaksi netizen terhadap percakapan kandidat) pada Sumbu Y. Pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar berhasil mendapatkan Reach terbesar, yaitu 19.359.931 akun. Sementara Interaction Index terbesar diperoleh pasangan independen, yaitu Dikdik Mulyana-Cecep Toyin sebesar 75,47%. Sayangnya jumlah percakapan dan netizen yang membicarakan pasangan independen ini masih sangat kecil.

Dengan rata-rata Interaction Index di bawah 50%, tingkat partisipasi masyarakat dalam melakukan percakapan tentang kandidat di social media sangatlah kecil. Percakapan di social media baru didominasi oleh sebagian kecil akun, yang sayangnya masih teridentifikasi sebagai akun tim sukses. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari social media sebagai media rekomendasi, para kandidat harus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam percakapan di social media. Libatkan konstituen dan relawan dalam melakukan percakapan di social media. Identifikasi dan libatkan akun-akun yang berpengaruh di social media, karena mereka punya kekuatan untuk merekomendasikan atau justru menjatuhkan kandidat di jaringan sosialnya.

 

Penulis :

Yose Rizal

Founder PoliticaWave.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: