Perbandingan Capres dan Partai Politiknya (Periode 1 Oktober 2012-31 Desember 2012)

6 Feb

Berdasarkan hasil pemantauan PoliticaWave terkait perbandingan popularitas partai politik dan para kadernya yang diisukan sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 di media sosial terlihat bahwa popularitas partai politik cukup berbanding lurus dengan popularitas kadernya. Sebagai contoh adalah popularitas Aburizal Bakrie dan Golkar cenderung negatif di mata netizen. Contoh lainnya adalah popularitas PDI-P yang jauh melampaui popularitas Megawati meskipun masih dalam kondisi yang positif. Berikut ini adalah grafik yang menggambarkan perbandingan antara para capres dengan parpolnya:

Image

Mengacu dari grafik di atas, ditemukan bahwa Partai Demokrat menjadi partai politik yang paling negatif di mata netizen dengan poin sebesar -17,75. Namun kader dari partai tersebut, yaitu Anas Urbaningrum, masih tergolong netral karena hanya mendapatkan poin sebesar -2,50. Untuk Partai Golkar, kedua kader mereka yang diisukan sebagai capres, yaitu Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla, mendapatkan poin yang cukup berbeda satu sama lain. Citra Aburizal Bakrie di media sosial cenderung sama dengan citra Golkar yang lebih mengarah ke negatif, yaitu dengan poin sebesar -15,90 dan -6,33. Berbeda Jusuf Kalla, citra dirinya lebih positif dengan poin sebesar 7,61. Beberapa alasan yang menyebabkan adanya perbedaan citra tersebut karena sikap Jusuf Kalla serta kinerja dirinya selama menjadi wakil presiden dianggap lebih banyak diingat oleh para netizen dibandingkan dengan citra partai politiknya.

Perbedaan popularitas antara Partai politik dan kadernya juga terjadi pada PDI-P dan Megawati. Dari grafik tersebut terlihat bahwa popularitas dan citra PDI-P tergolong tinggi dengan poin 13,02. Sebaliknya, popularitas Megawati masih dianggap netral di mata netizen dengan poin sebesar 0,51. Tingginya popularitas PDI-P ini tidak terlepas dari munculnya kader mereka yang fenomenal, yaitu Joko Widodo, serta kemenangannya di Pemilukada Jakarta sehingga mendongkrak popularitas mereka di media sosial. Sebaliknya, Megawati dianggap kurang cocok untuk terjun kembali dalam pemilihan presiden 2014 karena dianggap sebagai generasi tua sehingga banyak netizen cenderung netral kepada dirinya.

Untuk Partai Gerindra, popularitas partai tersebut dengan tokoh mereka, Prabowo,  cukup setara dengan poin sebesar 5,08 dan 3,07. Adanya kesamaan poin ini dikarenakan citra Prabowo dan Gerindra yang lebih identik dengan perubahan dan disukai oleh para netizen. Selain itu, image Prabowo yang tegas dan mewakili anak muda juga meningkatkan popularitas dirinya dan Gerindra. Partai Nasdem yang merupakan partai baru juga mendapatkan predikat sebagai partai yang cukup positif di media sosial dengan poin sebesar 2,39. Akan tetapi nasib capres mereka, Surya Paloh, juga sama dengan PDI-P karena citra Surya Paloh sendiri masih netral dan kurang terekspos di media sosial. Sedangkan untuk partai dan calon lainnya seperti Hanura-Wiranto, PAN-Hatta Rajasa, PKS-Hidayat Nur Wahid, dll cenderung netral dan mendapat porsi yang cukup kecil di media sosial.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: