Peran Social Media dalam Pilkada Jawa Barat

6 Feb

Kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dalam pilkada DKI menjadi fenomena dalam dunia politik di Indonesia. Jokowi-Ahok yang lebih menggunakan social media untuk bersosialisasi ternyata mampu menggaet suara lebih banyak daripada Foke-Nara yang lebih menggunakan media konvensional. Belum lama ini juga kita melihat gerakan #SaveKPK yang banyak dimobilisasi melalui social media, mampu menjadi penyambung suara dan aspirasi masyarakat kepada pemerintah secara cepat. Social media terbukti telah menjadi media yang efektif untuk menangkap suara masyarakat, sekaligus melakukan komunikasi dua arah dengan masyarakat.

Setelah berhasil memprediksi hasil Pilkada DKI selama dua putaran secara tepat, PoliticaWave.com kembali melakukan social media monitoring terhadap Pilkada Jawa Barat. Para kandidat mulai melakukan sosialisasi, termasuk melalui social media. Dari situs PoliticaWave.com dapat kita lihat adanya peningkatan percakapan mengenai para kandidat di social media secara realtime. Akun-akun resmi kandidat pun semakin aktif berkomunikasi di linimasa twitter maupun melalui facebook fanspage. Selain itu juga banyak bermunculan akun-akun relawan pendukung masing-masing kandidat, baik akun yang sudah lama maupun akun baru yang sengaja dibuat untuk Pilkada Jawa Barat. Hal ini menandakan bahwa para kandidat dan tim suksesnya menyadari peran penting social media untuk sosialisasi dan kampanye pemenangan.

Dari lima pasangan kandidat, sampai saat ini terpantau ada tiga pasangan yang bersaing ketat di social media, yaitu Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar (Aher-Deddy), Dede Yusuf-Lex Laksamana (Dede-Lex) dan Rieke Diah-Teten Masduki (Rieke-Teten). Terlihat dari chart Trend of Awareness di PoliticaWave.com, trend percakapan harian ketiga pasangan tersebut susul menyusul. Sementara pasangan Irianto ‘Yance’-Tatang Farhanul (Yance-Tatang) sampai saat ini belum terlalu banyak dibicarakan di social media. Sayangnya, pasangan dari jalur independen, Dikdik Mulyana-Cecep NS Toyib (Didik-Toyib) belum banyak menarik perhatian netizen di social media. Pada periode 10-20 November 2012 tercatat 9.191 netizen melakukan 31.220 percakapan mengenai Aher-Deddy, 7.999 netizen melakukan 29.172 percakapan mengenai Dede-Lex, 8.186 netizen melakukan 30.381 percakapan mengenai Rieke-Teten, 3.250 netizen melakukan 7.247 percakapan mengenai Yance-Tatang dan 107 netizen melakukan 140 percakapan mengenai Dikdik-Toyib

Image

            Dengan sisa waktu sekitar tiga bulan lagi, para kandidat dan tim suksesnya harus mampu mengoptimalkan penggunaan social media dalam rangka sosialisasi dan pemenangan. Social media dapat menjadi media untuk menyampaikan visi dan misi serta kelebihan kandidat kepada konstituen. Walaupun penetrasi pengguna social media di Jawa Barat belum setinggi di DKI Jakarta, namun social media memiliki kemampuan amplifikasi dan viral yang luas serta cepat. Para pengguna social media yang mayoritas adalah kelas menengah dan berpendidikan memiliki daya pengaruh yang besar terhadap lingkungan sekitarnya, baik online dan offline. Dengan jumlah populasi pemuda sekitar 12 juta jiwa, kampanye melalui social media akan menjadi salah satu penentu keberhasilan kandidat di Pilkada Jawa Barat.

Penulis :

Yose Rizal

Founder PoliticaWave.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: