Pengguna Media Sosial di Jawa Barat

6 Feb

Media sosial dapat membantu para calon gubernur dan wakil gubernur di Jawa Barat untuk mensosialisasikan visi dan misinya serta meyakinkan para pemilih. Jawa Barat sebagai provinsi penyangga ibukota memiliki jumlah pengguna media sosial dalam jumlah yang cukup besar. Berdasarkan data dari Facebook, sampai saat ini terdapat sekitar 10 juta pengguna di Jawa Barat.

Image 

Pengguna Facebook terbesar terdapat di Kota dan Kabupaten Bandung, dengan jumlah hampir 3 juta pengguna atau sekitar 30% dari total pengguna Facebook di Jawa Barat. Kemudian diikuti oleh Kota dan Kabupaten Bekasi dengan jumlah total 1.674.000 netizen. Kota dan Kabupaten Bogor menyusul ditempat ketiga dengan jumlah 1.072.000 netizen. Sementara 3 kabupaten/kota dengan jumlah pengguna Facebook terkecil adalah Cimahi dengan jumlah 101.340 netizen, Sumedang dengan jumlah 120.400 netizen dan Kuningan dengan jumlah 124.100 netizen. Di semua kabupaten/kota di Jawa Barat menunjukkan jumlah pengguna media sosial yang signifikan, hal ini terutama ditunjang oleh semakin tingginya pengguna internet dengan menggunakan handphone.

Dari data diatas terlihat bahwa pengguna media sosial di Jawa Barat berjumlah sekitar 30% dari total pemilih yang berjumlah sekitar 32.200.000. Dengan prosentase sebesar itu, para kandidat harus mampu mengoptimalkan media sosial. Apalagi para pengguna media sosial didominasi oleh kelompok berpendidikan dan kelas menengah. Kelompok ini memiliki kemampuan untuk mempengaruhi yang sangat tinggi, baik secara online dan offline. Secara online, mereka mampu mempengaruhi jaringan pertemanan di media sosial. Secara offline mereka dapat mempengaruhi lingkungan terdekatnya, seperti keluarga, teman, sekolah, kampus maupun lingkungan kerja. Berdasarkan riset dari Nielsen, Rekomendasi secara Word of Mouth memiliki tingkat kepercayaan yang paling besar, melebihi iklan di TV, majalah, koran, bilboard dan radio.

Dengan jumlah pemilih yang belum bisa memutuskan (undecided voters) dan jumlah pemilih mengambang (swing voters) di Jawa Barat yang lebih dari 20%, kelompok ini dapat menjadi penentu kemenangan kandidat di Pilkada Jawa Barat. Media sosial dapat menjadi kanal komunikasi yang cukup efektif bagi para kandidat dalam meyakinkan mereka, karena di media sosial dimungkinkan terjadi diskusi dua arah. Para kandidat dapat menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan dari masyarakat melalui media sosial. Pengguna media sosial adalah kelompok yang kritis, namun apabila mereka sudah berhasil diberi keyakinan, mereka tidak segan untuk menshare pilihan mereka kepada jaringannya. Apabila di bilik suara one man is one vote, maka di media sosial one man can be multiple vote, karena suara mereka dapat mempengaruhi suara orang lain. Menang dalam pertarungan di media sosial, berarti menang dalam pertarungan persepsi dan saat ini pertarungan persepsi sangat menentukan hasil pilihan di bilik suara kelak.

 

Penulis :

Yose Rizal

Founder PoliticaWave.com

Advertisements

3 Responses to “Pengguna Media Sosial di Jawa Barat”

  1. Yudha Arif Budiman April 23, 2014 at 10:51 pm #

    itu hasil survei dari mana om ?

    butuh data valid nih 🙂

  2. Rezza Indra Rahayu April 6, 2015 at 9:30 pm #

    Ini referensi dari mana gan? data statistiknya membingungkan tidak ada referensi 🙂

    • rully May 4, 2016 at 6:17 am #

      sumbernya mana? data tahun brp?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: