Optimalisasi Social Media dalam Pilkada Jawa Barat

6 Feb

Social media menjadi medan pertarungan baru bagi para kandidat Pilkada Jawa Barat. Pada minggu pertama setelah pendaftaran kandidat, terlihat pergerakan percakapan mengenai kandidat di berbagai social network seperti Twitter, Facebook, Forum dan Blog. Akun pribadi kandidat, relawan dan partai pendukung berusaha menginisiasi percakapan dan menyebarkan berita melalui social media. Masyarakat pun mulai banyak yang saling melakukan percakapan di social media.

Patut diapresiasi gerak cepat yang dilakukan oleh tim social media masing-masing kandidat. Namun agak disayangkan pada minggu pertama setelah pendaftaran banyak akun pendukung yang melakukan spamming di social media. Mereka melakukan ratusan tweet klaim mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat di berbagai daerah, sehingga terpantau seolah-olah percakapan dan dukungan tentang kandidat tersebut sangat tinggi. Sayangnya hal ini malah menimbulkan dampak negatif bagi kandidat, karena melakukan spamming, yang sangat tidak disukai para pengguna social media. Selain itu mayoritas akun yang melakukan spamming tersebut adalah akun-akun yang baru dibikin dan jumlah followernya sangat sedikit, sehingga tidak menimbulkan viral effect alias pesannya tidak menyebar. Sangat disayangkan apabila usaha-usaha yang dilakukan kurang memberikan dampak positif bagi kandidat yang bersangkutan.

Untuk menjaga akurasi hasil social media monitoring, secara berkala PoliticaWave.com melakukan filter terhadap akun-akun yang melakukan spamming, atau istilahnya akun bot. Konten yang berasal dari akun-akun bot ini tidak ditampilkan di dalam semua chart statistik PoliticaWave.com. Dengan demikian semua statistik yang terdapat di situs politicawave.com merupakan hasil percakapan dari akun asli pengguna social media dan hasil yang didapatkan bisa lebih mencerminkan aspirasi masyarakat.

Social media adalah media dua arah, dimana seharusnya terjadi komunikasi dan interaksi antar penggunanya. Percakapan yang dibangun oleh akun tim kandidat seharusnya bertujuan untuk menciptakan percakapan dengan akun-akun lainnya, bukan bersifat satu arah. Konten percakapan yang dilakukan memiliki nilai untuk disebarluaskan ke berbagai jaringan masyarakat di social media. Dengan konten informasi yang menarik dan komunikasi yang simpatik, banyak pengguna social media yang akan merasa terpanggil untuk menjadi relawan bagi para kandidat di social media. Relawan ini akan membantu para kandidat untuk menyebarkan berita positif di lingkungannya, baik secara online maupun offline.

 

Image 

Tim sukses dan relawan harus mampu mengoptimalkan social media untuk menyebarkan berita positif dan keunggulan kandidatnya. Dan meluruskan serta memberikan klarifikasi secara bijak terhadap isu-isu negatif. Masyarakat saat ini terbiasa untuk mencari informasi secara mandiri dan menyebarkannya secara mandiri juga. Pastikan informasi tentang kandidat di social media lebih banyak positifnya daripada yang negatif. Dinamika sentimen pembicaraan netizen di social media terhadap para kandidat dapat dipantau secara berkala pada chart Candidate Electability di politicawave.com. Serta pastikan representasi kandidat dan relawan merupakan sosok yang informatif, simpatik, bersahabat dan manusiawi. Bukan dengan cara-cara spamming yang tidak bersahabat dan mengganggu.

 

Penulis :

Yose Rizal

Founder PoliticaWave.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: