Hubungan antara Kandidat dan Partai Politik di Social Media Pada Pilgub Jawa Barat

6 Feb

Pilkada Jabar 2013 akan diikuti oleh 4 pasang kandidat yang berasal dari partai politik dan 1 pasang kandidat independen. Dari 4 kandidat yang berasal dari Parpol, ada 2 kandidat yang diusung oleh satu parpol, yaitu pasangan Rieke Diah-Teten Masduki yang berasal dari PDI Perjuangan dan Irianto “Yance” MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim yang berasal dari Golkar. Sementara pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana diusung oleh koalisi Demokrat, PAN, PKB dan Gerindra. Serta pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang didukung oleh koalisi PKS, Hanura dan PPP.

Seperti pada Pilkada lainnya, menarik untuk diketahui tingkat keterkaitan antara seorang kandidat dan partai pendukungnya. Seperti kita ketahui, Pilkada Jabar melibatkan pertarungan antara kandidat yang berasal dari artis dan pejabat serta mantan pejabat di Jawa Barat, yang telah memiliki tingkat popularitas tinggi di masyarakat. Sehingga menarik untuk dikaji apakah dengan tingkat popularitas tersebut para kandidat lebih menarik untuk diperbincangkan daripada partai pendukungnya.

Situs PoliticaWave.com telah memantau percakapan di social media mengenai Pilkada di Jawa Barat, termasuk hubungan antara percakapan seorang kandidat dan partai pendukungnya. Pada periode 10 November-31 Desember 2012. Terdapat total 178.278 percakapan mengenai kelima kandidat Pilkada Jawa Barat dan hanya 15.091 (8,5%) percakapan kandidat yang terkait dengan partai pendukungnya. Dari tabel di bawah dapat kita lihat, bahwa tingkat hubungan percakapan antara kandidat dan partai pendukung yang paling rendah didapatkan oleh pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar sebesar 5,9%.  Sementara tingkat hubungan percakapan antara kandidat dan partai pendukung yang paling besar diraih oleh pasangan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul sebesar 14,9%.

 Image

Dengan range percakapan kandidat dan partai pendukung yang hanya berkisar antara 5,9% – 14,9% dapat kita ambil beberapa kesimpulan :

  • Tingkat popularitas kandidat tinggi

Latar belakang kandidat yang berasal dari kalangan artis maupun pejabat di Jawa Barat, membuat mereka sudah cukup dikenal luas di masyarakat. Percakapan yang terjadi lebih banyak mengenai pribadi kandidat daripada partai pendukungnya.

  • Sosok kandidat lebih penting daripada partai

Seperti banyak Pilkada lainnya, preferensi pemilih pada Pilkada Jawa Barat lebih banyak ditentukan oleh sosok kandidat, tidak ditentukan oleh partai yang mendukung kandidat tersebut.

  • Keterkaitan yang lebih tinggi pada kandidat dengan partai pendukung tunggal

Kandidat yang didukung oleh satu partai, yaitu Rieke Diah-Teten Masduki dan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul memiliki tingkat keterkaitan hubungan dengan partai yang lebih tinggi. Sementara kandidat yang berasal dari koalisi partai tingkat keterkaitan hubungannya dengan partai-partai pendukung lebih kecil. Bahkan mungkin tidak semua pemilih menyadari partai-partai yang bergabung dalam koalisi tersebut.

  • Belum optimalnya mesin partai dalam mensosialisasikan kandidat

Dengan ratusan ribu bahkan jutaan kader dan simpatisan yang dimiliki oleh partai, seharusnya dapat memanfaatkan social media dalam mensosialiasikan kandidat. Partai seharusnya dapat memanfaatkan social media dalam berkomunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat. Setiap kader dan simpatisan dapat menjadi juru kampanye yang efektif bagi kandidat di social media

 

Penulis :

Yose Rizal

Founder PoliticaWave.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: