Share of Awareness dan Citizens Partai Politik (Periode 1 Oktober-31 Desember 2012)

5 Feb

Selain isu calon presiden 2014, PoliticaWave juga memantau isu partai politik yang akan bertarung pada Pemilu 2014. Pemantauan yang dilakukan oleh PoliticaWave ini dilaksanakan pada periode 1 Oktober –  31 Desember 2012. Berdasarkan dari pemantauan tersebut terlihat bahwa Partai Demokrat menjadi partai politik yang paling tinggi diperbincangkan oleh netizen di Indonesia berdasarkan share of awareness dan citizens. Partai selanjutnya yang berada di belakang Demokrat adalah Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). berikut ini adalah hasil pemantauan PoliticaWave terkait dengan share of awareness dan citizens Partai Politik 2014:

Image

Mengacu dari grafik di atas, terlihat jelas bahwa Partai Demokrat menjadi partai politik yang paling banyak dibicarakan dengan jumlah buzz sebesar 228.746 dan dengan jumlah user sebanyak 58.597. Posisi kedua diisi oleh Partai Golkar dengan buzz sebesar 208.928 dan jumlah user 37.531. Posisi ketiga diisi oleh PDI-P dengan jumlah buzz sebesar 191.635. Posisi keempat diisi oleh PKS dengan buzz sebesar 89.329 dan user sebanyak 23.820. Untuk posisi kelima diisi oleh partai baru, yaitu Nasdem, dengan jumlah 76.870 buzz dan 35.527 user. Sedangkan untuk posisi keenam hingga terakhir diisi oleh Partai Gerindra, PPP, PKB, PAN, dan Hanura.

Seperti halnya isu calon presiden, Demokrat yang merupakan partai politik yang paling banyak dibicarakan di media sosial ternyata secara elektabilitas lebih mengarah ke negatif di mata para netizen. Adapun beberapa isu yang menyebabkan image partai Demokrat negatif antara lain seperti kasus-kasus korupsi yang menyeret kadernya (Century dan Wisma Atlet) serta adanya konflik internal yang terjadi di dalam tubuh partai tersebut. Partai selanjutnya yang juga cenderung ke arah negatif adalah partai Golkar. Beberapa contoh isu yang menyebabkan image partai tersebut negatif adalah seperti konflik internal dalam pencalonan Aburizal Bakrie menjadi presiden, penyebab kisruh PSSI, masih terlalu Orba, serta banyaknya kader dari partai tersebut yang terlibat korupsi. Partai ketiga yang juga masih masuk ke dalam partai yang negatif adalah PKS. Adapun beberapa isu yang terkait dengan negatifnya image PKS adalah seperti menurunnya citra bersih dan peduli, sering kalah dalam Pilkada, dan kinerja salah satu kadernya yang kurang bagus, yaitu Tifatul Sembiring.

Image

Sedangkan untuk partai politik yang dianggap memiliki citra positif yang cukup tinggi di media sosial adalah PDI-P dan Gerindra. Untuk PDI-P, adapun isu yang menyebabkan positifnya PDI-P adalah kemenangan Jokowi pada Pemilukada Jakarta, kebijakan psikotes untuk mencegah caleg korup, dan ideologi serta image partai yang dekat dengan rakyat (wong cilik). Partai selanjutnya, Gerindra, cenderung positif karena kader mereka juga memenangkan Pemilukada Jakarta, identik dengan partai yang bersih, serta adanya kebijakan yang melarang fraksi mereka untuk ikut kunjungan kerja ke luar negeri.  Nasdem yang merupakan partai baru di Indonesia juga tergolong menjadi partai yang positif di media sosial. Adapun beberapa isu positif yang terkait dengan Nasdem antara lain seperti didominasi oleh kaum muda, menjadi salah satu pendukung adanya perubahan, serta dianggap sebagai pilihan alternatif bagi mereka yang sebelumnya mendukung partai Demokrat. Untuk partai-partai lain seperti PAN, PKB, Hanura, dan PPP juga cenderung positif di media sosial, namun tidak memiliki persentase yang cukup besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: