Share of Awareness dan Candidate Electability Calon Presiden 2014 (periode 1 Oktober-31 Desember 2012)

4 Feb

Meskipun pemilihan umum dan presiden belum dilakukan, namun banyak masyarakat yang mulai memperbincangkan isu tersebut. Salah satu contohnya adalah perbincangan yang terjadi di dalam media sosial. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh PoliticaWave terhadap isu calon presiden pada periode 1 Oktober-31 Desember 2012 ditemukan bahwa posisi pertama share of  awareness/voice dan citizens Calon Presiden diduduki oleh Aburizal Bakrie. Berikut ini adalah hasil pemantauan PoliticaWave mengenai Share of Awareness dan Citizens Calon Presiden:

 Image

Berdasarkan grafik di atas dapat terlihat bahwa Aburizal Bakrie menjadi figur yang paling banyak dibicarakan oleh netizen di media sosial dengan jumlah buzz sebanyak 32.670. Posisi selanjutnya diisi oleh Prabowo dengan jumlah buzz sebanyak 19.377. Posisi ketiga dan keempat diisi oleh Mahfud MD (13.302) dan Dahlan Iskan (11.895). Untuk posisi kelima dan keenam terlihat selisihnya cukup tipis yaitu antara Megawati (10.720) dengan  Jusuf Kalla (10.606). Tingginya buzz Aburizal Bakrie di media sosial tidak terlepas dari banyaknya user yang membicarakan dirinya. Hal ini bisa terlihat pada grafik share of citizens yang memaparkan jumlah unique user yang membicarakan nama-nama calon tersebut.

Berdasarkan grafik di atas, dapat terlihat bahwa Aburizal Bakrie berada di posisi pertama share of citizens karena diperbincangkan oleh 20.552 unique user. Untuk posisi kedua, yaitu Prabowo, diperbincangkan oleh 11.627 user. Posisi ketiga diisi oleh Mahfud MD dengan jumlah user sebanyak 9.469. Sedikit berbeda dengan hasil share of awareness, posisi keempat dari share of citizens diisi oleh Megawati dengan jumlah user sebanyak 8.567. Sedangkan untuk posisi kelima dan keenam diisi oleh Dahlan Iskan, dengan jumlah user sebanyak 8.300, dan Jusuf Kalla , yaitu sebanyak 7.079 user.

Meskipun Aburizal Bakrie menjadi figur yang paling banyak diperbincangkan di media sosial, namun pada kenyataannya hal-hal yang diperbincangkan mengenai Aburizal Bakrie cenderung ke arah yang negatif. Berdasarkan hasil pemantauan PoliticaWave mengenai candidate electability, nama Aburzal Bakrie menjadi figur yang paling negatif, yaitu dengan poin -15,90.  Adapun beberapa isu negatif yang sering diperbincangkan oleh netizen terkait dengan Aburizal Bakrie adalah seperti kasus lumpur Lapindo, hutang yang dialami oleh grup usaha miliknya, politisasi sepakbola Indonesia, kasus Bakrie Life, dan hasil survei yang cenderung rendah.

Figur lain yang tergolong negatif adalah Dahlan Iskan dengan poin -6,77. Negatifnya citra Dahlan Iskan di media sosial erat kaitannya dengan terlalu berlebihannya tindakan dan publikasi yang ia lakukan sehingga menyebabkan banyak netizen menjadi tidak bersimpati dengan figur Dahlan Iskan. Figur lain yang cenderung negatif berdasarkan pemantauan PoliticaWave adalah seperti Anas Urbaningrum, Surya Paloh, dan Suryadarma Ali.

 Image

Untuk candidate electability yang positif, PoliticaWave melihat bahwa figur tersebut diisi oleh tokoh-tokoh yang posisi share of awareness­­-nya berada di bawa Aburizal Bakrie. Salah satu contoh tersebut adalah Prabowo, yaitu dengan poin 3,87. Untuk Prabowo, meskipun citra dirinya sedikit negatif karena banyak pihak yang menyatakan dirinya bertanggung jawab terhadap kasus pelanggaran HAM, namun pada kenyataanya banyak netizen yang menganggap dirinya sebagai tokoh perubahan, pintar, dan mewakili anak muda Indonesia sehingga menyebabkan nama dirinya cenderung positif di media sosial.

Tokoh selanjutnya adalah Jusuf Kalla, yaitu dengan poin 7,61. Nama Jusuf Kalla terhitung positif di media sosial karena dianggap sebagai tokoh yang dinilai “bersih”, tegas, dan cepat. Selain itu, kinerja bagus yang dilakukan olehnya selama menjabat menjadi Wapres 2004 – 2009 dianggap menjadi salah satu faktor yang menyebabkan nama Jusuf Kalla menjadi positif di media sosial.

Tokoh ketiga yang termasuk ke dalam figur positif di media sosial adalah Mahfud MD, yaitu dengan poin 10,05. Tingginya citra positif Mahfud MD di media sosial dikarenakan dirinya dianggap sebagai figur yang tegas, berani, jujur, dan bersih. Faktor lain yang menyebabkan nama Mahfud MD menjadi positif di media sosial adalah tindakan dirinya yang terbuka dan blak-blakan yaitu seperti pembubaran BPMigas. Sedangkan untuk beberapa tokoh lain seperti Megawati, Hatta Rajasa, dan Sri Mulyani juga menjadi figur yang cenderung positif meskipun poinnya tidak sebesar Prabowo, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD.

Advertisements

2 Responses to “Share of Awareness dan Candidate Electability Calon Presiden 2014 (periode 1 Oktober-31 Desember 2012)”

  1. Dr.Ir Donny Subianto,SE.MM July 3, 2014 at 6:43 am #

    Saya sangat percaya survey yang dilakukan politicawave.com terhadap kandidat capres dan cawapres 2014 , hanya politicawave yang menjadi patokan saya sebagai survey yang terpercaya saat ini di indonesia

    • Dr.Ir Donny Subianto,SE.MM July 3, 2014 at 6:49 am #

      Politicawave.com sangat luar biasa menjadi lembaga survey yang akurat dan terpercaya sukses buat politicawave……….One Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: