Kegalauan Anak Muda Terhadap UN (Ujian Nasional)

19 Apr

PoliticaWave – dilaksanakannya UN (Ujian Nasional) tingkat SMA pada hari Senin 15 April 2013 ternyata menjadi salah satu isu yang cukup banyak diperbincangkan oleh netizen. Bagi para netizen, terutama kalangan anak muda, UN sering dianggap menjadi salah satu momok karena UN menjadi salah satu syarat bagi para siswa SMA untuk lulus atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi seperti masuk ke perguruan tinggi sehingga terkadang membuat mereka gelisah dan tegang.

 Untuk mengurangi rasa tegang tersebut, salah satu akun twitter yang bernama @MetroTipi. mencoba meringankan serta menghibur siswa-siswi yang akan melaksanakan UN dengan cara bermain olah kata. Akun @MetroTipi adalah sebuah akun pseudonim yang mencoba mempelsetkan salah satu kaun portal berita swasta. Dalam kegiatannya, akun tersebut berkutat dengan menampilkan berita-berita palsu yang cukup nyeleneh dan lucu.

Adapun permainan olah kata yang dilakukan oleh akun tersebut yaitu melalui hashtag/tagar berjudul #ReplaceSongTitleWithUN. Inti permainan ini adalah tweeps diajak untuk mengganti salah satu kata pada judul lagu dengan kata UN (Ujian Nasional). Ternyata permainan ini mendapatkan respon yang besar dari netizen di twitter. Dari hasil pemantauan PoliticaWave, lebih dari 5000 buzz yang isinya berkaitan dengan permainan #ReplaceSongTitleWithUN. Berikut ini adalah beberapa contoh tweet netizen mengenai permainan tersebut:

  Image

Dari hasil pemantauan, judul lagu yang dimainkan tidak hanya judul lagu dari dalam negeri, melainkan juga lagu-lagu dari musisi luar negeri. Namun apabila ditelusuri lebih detil, hampir sebagian besar judul lagu yang diplesetkan oleh netizen ini cenderung ke dalam kalimat yang negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa UN terlihat sebagai suatu hal yang menakutkan bagi para siswa dan berharap agar UN sebaiknya tidak perlu diadakan. Tingginya partisipasi netizen terhadap permainan olah kata ini sempat membuat hashtag tersebut menjadi trending topic di Indonesia dan daerah lain seperti kota Manchester di Inggris. 

 Image

Selain permainan kata dari anak muda, ternyata masalah UN juga menjadi bahan yang diperbincangkan oleh para netizen dengan konteks yang cukup serius. Terkait dengan UN, banyak pihak yang juga masih menyayangkan bahwa UN menjadi faktor penentu kelulusan seorang siswa. Selain itu UN hanya akan menjadi beban bagi para siswanya karena mereka terpaksa harus menambah jam belajar mereka dengan mengikuti bimbingan belajar.

 
Image

Head to Head Pemilukada Bali (10-16 April 2013)

18 Apr

PoliticaWave – Pasangan incumbent Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta menjadi pasangan yang paling banyak diperbincangkan di media sosial menjelang Pemilukada Bali yang dilaksanakan pada 15 Mei 2013. Berdasarkan hasil pemantauan oleh PoliticaWave pada 10 Maret hingga 16 April 2013, ditemukan bahwa Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memimpin di dua chart, yaitu share of awareness dan share of citizens. Pada share of awareness, pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta mendominasi percakapan dengan persentase sebesar 64,7%. Posisi kedua diisi oleh pasangan Puspayoga-Dewa Sukrawan dengan persentase sebesar 35,3%.

Image 

Untuk chart share of citizen, hasilnya juga sama dengan chart share of awareness. Pada chart ini posisi pertama diisi oleh Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta yang mendominasi dengan persentase sebesar 71,5%. Sedangkan untuk posisi kedua diisi oleh Puspayoga-Dewa Sukrawan dengan persentase sebesar 28,5%.

Image 

Seperti halnya pemantuan pada Pemilukada sebelumnya, pasangan incumbent umumnya memimpin pada jumlah buzz di media sosial, namun berbanding terbalik dengan sentimennya. Hal inilah yang kembali ditemukan pada Pemilukada Bali. Meskipun pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memimpin pada dua chart sebelumnya, akan tetapi pada chart sentimen Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta mendapatkan sentimen paling negatif dibandingkan pasangan kandidat lainnya. Pada chart candidate electability, pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta berada di wilayah negatif dengan poin sebesar -53,31. Sedangkan pasangan Puspayoga-Dewa Sukrawan berada di dalam sentimen positif dengan poin sebesar 53,31.

 Image

Terkait dengan masalah sentimen, adapun isu yang diperbincangkan oleh netizen mengenai para Cagub Bali ini sebagian besar diisi oleh isu mengenai harta serta kekayaan para kandidat. Pada pasangan kandidat Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta, isu harta kekekayaan cenderung mengarah negatif. Hal ini dikarenakan beberapa netizen mempertanyakan hasil verifikasi KPK mengenai harta kekayaan Made Mangku Pastika yang jumlahnya Rp 7,3 Miliar. Selain itu, mereka juga membicarakan mengenai wakil Pastika, yaitu Sudikerta, yang dianggap sebagai calon kandidat terkaya karena memiliki harta sebesar Rp 78,8 Miliar. Sentimen negatif mengenai Pastika-Sudikerta dengan masalah harta kekayaan semakin heboh karena Pastika memberikan empat buah buku kepada tim KPK, selaku pemeriksa harta kekayaan.

Sedangkan untuk pasangan Puspayoga-Dewa Sukrawan, isu harta kekayaan lebih mengarah ke sentimen netral dan positif. Hal ini dikarenakan jumlah harta kekayaan Puspayoga lebih sedikit dibandingkan Pastika, yaitu sebesar Rp 5,9 Milliar. Ditambah lagi, Puspayoga menyatakan bahwa harta tersebut sebagian besar adalah warisan sehingga netizen cenderung tidak menaruh curiga terhadap harta tersebut. Selain itu, pernyataan KPK yang menyatakan bahwa Puspayoga menjadi kandidat yang kooperatif dalam verifikasi harta kekayaan membuat sentimen Puspayoga dalam isu harta kekayaan cenderung positif.

Selain isu harta kekayaan, isu lain yang hangat dibicarakan oleh netizen adalah mengenai komitmen tiap kandidat. Pada isu ini Pastika lebih banyak dibicarakan oleh netizen karena salah satu cara untuk berkomitmen dengan konstituennya adalah dengan membuat kontrak politik. Sedangkan manuver yang dilakukan oleh Puspayoga masih sebatas berkomitmen untuk tidak korupsi.

Selain kedua isu tersebut, beberapa isu lain yang berkaitan dengan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta namun dalam konteks yang cukup negatif adalah mengenai anjloknya figur Pastika pada survei politik, kedatangan dirinya ke konstituen yang dianggap hanya mencari pencitraan, serta perselisihan dengan WALHI terkait izin Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Untuk isu yang cukup positif antara lain diprediksi menang oleh novelis Karangasem, Gede Sugiarta, keinginannya untuk mempertahankan pertanian, memuji konferensi Forkoma PMKRI yang tidak menggunakan kertas, serta kebijakan dirinya yang ingin membangun Monorel dan Sport Tourism.

Sedangkan untuk isui-isu negatif yang berkaitan dengan Puspayoga-Dewa Sukrawan adalah mangkirnya mereka dalam acara temu kandidat dan dipertanyakannya profesionalitas Puspayoga karena sampai saat ini dirinya masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali. Untuk isu positif terkait pasangan nomor urut 1 tersebut adalah seperti kebijakan mereka yang ingin merealisasikan pemerataan pembangunan di Bali, disambutnya mereka ketika berkampane di Pasar Gilimanuk, serta berniat untuk mendirikan sekolah wisata di Jembrana.

Respon Netizen Terhadap Pengungkapan Pelaku Kasus LP Cebongan (4-6 April 2013)

8 Apr

PoliticaWave – Isu mengenai adanya keterlibatan anggota Kopassus dalam kasus penyerangan di LP Cebongan menjadi salah satu isu yang cukup banyak diprbincangkan oleh para netizen di media sosial. Sebagaimana yang diketahui, pada 23 Maret lalu terjadi sebuah kasus penyerangan ke LP Cebongan yang dilakukan oleh 17 orang bersenjata yang menewaskan empat tahanan. Berbagai pihak menyatakan  bahwa pelaku penyerangan tersebut diduga kuat adalah anggota militer, khususnya adalah Kopassus.

Dugaan tersebut ternyata sesuai dengan hasil tim investigasi Mabes TNI AD. Ketua Tim Investigasi TNI AD, Brigadir Jenderal Unggul Yudhoyono, mengungkapkan bahwa 11 anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.  Unggul juga menyebut penyerangan itu dilatarbelakangi jiwa korsa untuk membela kehormatan atas pembunuhan anggota Kopassus Serka Heru Santoso di Hugo’s Cafe, Yogyakarta.

Bagaimana dengan respon netizen terhadap terungkapnya pelaku penyerangan tersebut? Berdasarkan pemantauan PoliticaWave dari 4-6 April 2013, terdapat 619 buzz yang membicarakan tentang keterlibatan oknum Kopassus dalam kasus LP Cebongan. Dari jumlah tersebut, banyak netizen yang mencoba untuk netral, yaitu dengan  mempublikasikan kembali berita mengenai kejadian tersebut tanpa memberikan komentar. Berikut ini adalah grafik mengenai respon netizen mengenai pengungkapan pelaku dalam kasus penyerangan LP Cebongan:

 Image

Meskipun banyak netizen yang mencoba untuk netral, namun PoliticaWave menemukan bahwa lebih banyak netizen yang mengapresiasi dibandingkan memberi respon negatif terhadap pengungkapan tersebut. Untuk respon yang positif antara lain banyak netizen yang mengapresiasi dan menghargai tindakan beberapa anggota Kopassus yang mengaku bahwa mereka terlibat dalam penyerangan tersebut layaknya seorang ksatria.

Tindakan ini juga dianggap heroik dan didukung karena berani ‘menghabisi’ preman yang kerap kali dianggap sebagai pengganggu di dalam masyarakat. Salah satu netizen mengakui bahwa semenjak adanya peristiwa ini, beberapa preman di lingkungan sekitarnya seolah ‘tiarap’. Selain itu peristiwa ini juga dianggap dapat menjadi momentum untuk memberantas premanisme. Mereka juga merasa bahwa sebaiknya penembak misterius (Petrus) dihidupkan kembali karena kondisi keamanan lingkungan saat ini sudah tidak lagi aman.

Selain sikap heroik, netizen juga menyadari bahwa terjadinya peristiwa penyerangan ini adalah suatu hal yang wajar. Hal ini dikarenakan kondisi hukum Indonesia saat ini terasa ‘mandul’ dan penegakan hukumnya terkesan lemah. Pemberitaan di media juga kembali dikritik oleh netizen karena terjadi ketidakadilan dalam pemberitaan mengenai peristiwa tersebut. Salah satu contohnya adalah ditampilkankan foto di sebuah koran yang berisi beberapa anggota keluarga para korban (preman) yang sudah sepuh, tetapi tidak menampilkan foto istri Heru Santoso, korban pada peristiwa di Hugo’s Cafe. 

Selain respon positif, terdapat juga respon negatif dalam penetapan oknum Kopassus sebagai pelaku dalam kasus LP Cebongan. Untuk respon negatif, beberapa contoh opini tersebut antara lain seperti peristiwa ini menjadi kado pahit untuk Kopassus yang akan merayakan HUT ke-61 dan menunjukkan bahwa hukum rimba terjadi di Indonesia. Selain itu, tindakan Kopassus yang menyerang LP Cebongan sangat memalukan dan mencoreng nama TNI. Hal ini juga membuktikan bahwa mental para anggota Kopassus dianggap tidak matang sehingga perlu ada penataan kembali.

Terkait dengan banyaknya netizen yang menganggap tindakan oknum Kopassus ini sebagai suatu hal yang heroik, beberapa netizen menyatakan bahwa pernyataan tersebut adalah pembenaran yang salah karena pada dasarnya tindakan tersebut tidak layak meskipun sebagai implementasi jiwa korsa. Beberapa netizen juga merasa bahwa peristiwa penyerangan ini mengingatkan kembali dengan kasus penculikan para aktivis yang terjadi pada masa Orde Baru. Mereka (netizen) merasa bahwa sebaiknya Kopassus ditaruh di medan perang agar menghindari terjadinya penyerangan kembali terhadap masyarakat sipil.

Selain mengenai respon netizen terhadap penetapan pelaku, PoliticaWave juga menemukan hal menarik terkait dengan kasus LP Cebongan ini. Salah satunya adalah hubungan antara terungkapnya oknum Kopassus sebagai pelaku dan Pramono Edhie Wibowo, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang juga ipar dari Susilo Bambang Yudhoyono. Dari hasil pemantauan PoliticaWave, terlihat bahwa apresiasi tidak hanya diberikan kepada TNI tetapi juga ditujukan secara khusus kepada Pramono Edhie atas terobosan penegakan hukumnya pada kasus LP Cebongan.

Beberapa netizen juga menyadari bahwa apresiasi terhadap TNI serta Pramono Edhie ini juga digunakan oleh para politisi untuk meraih simpati publik karena dianggap ikut mendukung atas keterbukaan TNI. Meskipun banyak yang memberikan apresiasi, akan tetapi terdapat juga netizen yang menaruh curiga terhadap pengungkapan pelaku dalam penyerangan LP Cebongan. Beberapa opini di antaranya adalah adanya kejanggalan karena pengungkapan kasus oleh petinggi TNI adalah suatu hal yang jarang terjadi, apalagi dengan waktu yang cukup cepat. Selain itu, pengungkapan ini dianggap sebagai pencitraan Pramono Edhie karena dirinya dihubung-hubungkan dengan isu calon presiden. Adapun skenario pencitraan ini dilakukan setelah banyak belajar dari kesalahan Wiranto dan kasus ’98.

Penyerangan LP Cebongan, Netizen Tidak Percaya Bahwa Kopassus Pelakunya (23 Maret-3 April 2013)

8 Apr

PoliticaWave- Adanya kasus penyerangan di LP Cebongan pada 23 Maret 2013 yang lalu menjadi salah satu isu yang dibicarakan oleh netizen di media sosial. Meskipun tidak dalam jumlah percakapan yang cukup tinggi, banyak netizen yang membicarakan mengenai kasus penyerangan tersebut dilakukan oleh 17 orang bersenjata laras panjang yang menewaskan empat tahanan. Berbagai pihak menyatakan bahwa penyerangan tersebut diduga kuat dilakukan oleh anggota militer, khususnya adalah Kopassus.

Ternyata dugaan itu tidak sepenuhnya disetujui oleh netizen di media sosial. Berdasarkan pemantauan PoliticaWave dari 27 Maret-3 April 2013, terdapat 13.085 buzz yang membahas mengenai kasus penyerangan LP Cebongan. Dari jumlah tersebut, banyak netizen yang mencoba untuk netral. Adapun beberapa caranya adalah hanya mempublikasikan kembali berita mengenai kejadian tersebut yang ditulis di media online.

Namun apabila dikaitkan dengan tingkat kepercayaan, hampir sebagian besar netizen  tidak percaya bahwa Kopassus adalah pelaku dalam penyerangan di LP Cebongan. Berikut ini adalah tampilan grafik mengenai kepercayaan masyarakat terhadap keterlibatan Kopassus dalam kasus LP Cebongan:

 Image

Dari grafik tersebut terlihat banyak netizen yang tidak percaya dengan keterlibatan Kopassus. Hal ini dikarenakan adanya kejanggalan yang seolah-olah menunjukkan bahwa Kopassus adalah pelakunya.

Salah satu contoh kejanggalan tersebut adalah terkait dengan jumlah pelaku, cara, serta durasi penyerangan yang tidak sesuai. Bagi netizen¸ apabila benar LP Cebongan diserang oleh Kopassus, seharusnya jumlah pelaku tidak perlu sampai 17 orang dan durasinya bisa kurang dari 15 menit. Sebagai salah satu tim elit terbaik di dunia, Kopassus juga menyerang dengan cara yang sunyi senyap dan tidak memberondong peluru ke target. Hal ini sekiranya cukup berbeda dengan yang terjadi di LP Cebongan.

Para netizen juga meyayangkan berbagai media yang mencoba menyudutkan Kopassus dengan cara membuat kesimpulan bahwa Kopassus adalah pelaku penyerangan tersebut karena terkait dengan kasus tewasnya Sertu Santosa di Hugo’s Café. Hal ini dikarenakan banyak media yang mengira bahwa Sertu Santosa adalah anggota Kopassus sehingga penyerangan tersebut dianggap sebagai balas dendam dari Kopassus karena keempat pelaku menewaskan salah seorang temannya. Namun yang terjadi sebenarnya (menurut netizen) adalah bahwa Sertu Santosa pada saat itu berstatus sebagai mantan Kopassus.

Pembelaan terhadap Kopassus ini semakin didukung atas munculnya kumpulan tweet yang disampaikan oleh politisi dari PDIP, yaitu Tjahjo Kumolo, pada akun twitternya. Dalam kumpulan twitter tersebut dikatakan bahwa mustahil Kopassus dapat menyerang LP Cebongan. Selain tweet Tjahjo, kemunculan tulisan dari akun bernama Idjon Djanbi juga menjadi pemicu serta referensi bagi netizen yang ikut membela bahwa Kopassus bukanlah pelaku dalam penyerangan tersebut. Beberapa di antara terlihat percaya dengan isi dari tulisan tersebut karena dianggap beberapa temuan yang ditampilkan oleh sang “detektif digital” ini terlihat masuk akal. Berdasarkan tulisan tersebut, mereka menduga bahwa penyerangan ke LP Cebongan ini didalangi oleh oknum kepolisian karena adanya perang mafia dan kartel narkoba yang melibatkan oknum polisi.

Selain kepada media, banyak netizen juga menyayangkan sikap Komnas HAM yang terlihat tidak adil pada kasus ini. Ketidakadilan tersebut terlihat dari upaya Komnas HAM yang menggebu-gebu untuk memeriksa Kopassus. Bagi netizen, selain memeriksa Kopassus, seharusnya Komnas HAM juga mengusut pelaku lainnya yang diduga terkait dengan tewasnya Sertu Santosa karena berkaitan juga dengan hilangnya nyawa manusia. Selain itu, ketidakadilan tersebut juga terlihat dari upaya Komnas HAM yang terlihat diam apabila TNI menjadi korban, namun menjadi vokal jika TNI dianggap sebagai pelaku pada suatu kasus penyerangan.

Terkait dengan kasus ini, beberapa netizen juga mengaitkan kasus Cebongan dengan Prabowo. Terlihat dari beberapa netizen yang mencoba meminta respon Prabowo mengenai kasus ini dengan cara bertanya pada akun twitter-nya. Mereka juga beranggapan bahwa apabila benar Kopassus adalah pelakunya, maka kondisi Kopassus tidak jauh berbeda dengan masa lalu, di mana mereka suka menyerang masyarakat sipil. Selain itu mereka meminta agar pemerintah dapat segera menyelesaikan kasus ini karena mengandung banyak kepentingan dan bisa memberikan teror bagi masyarakat menjelang 2014.

Terpilihnya SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (29 Maret-1 April 2013)

2 Apr

PoliticaWave – terpilihnya Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi ketua umum Partai Demokrat ternyata menjadi salah satu isu hangat yang diperbincangkan oleh netizen di media sosial selama seminggu terakhir. Sebagai contoh adalah pemantauan yang dilakukan oleh PoliticaWave dari 29 Maret hingga 1 April 2013. Selama empat hari tersebut, terdapat kurang lebih 16596 buzz yang membahas mengenai isu terpilihnya SBY menjadi ketua umum Partai Demokrat.

Sebagian besar percakapan tersebut diisi oleh komentar yang netral, negatif, serta cenderung ke arah sarkasme. Untuk komentar netral, ditandai dengan adanya publikasi ulang netizen terhadap beberapa artikel di portal berita online. Selain itu terdapat juga pernyataan yang menganggap bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang “sah-sah saja”.

Sedangkan untuk komentar negatif dan sarkasme, beberapa contoh di antaranya adalah seperti opini netizen yang menganggap terpilihnya SBY menjadi ketua umum memperlihatkan bahwa terdapat krisis kepemimpinan di dalam Partai Demokrat. Beberapa netizen juga menganggap yang terjadi Demokrat seperti halnya masa Orde Baru karena SBY terlihat seperti abuse of power dan proses pemilihannya yang terasa kurang demokratis. Terpilihnya SBY ini juga dianggap menjadi bom waktu bagi Partai Demokrat karena dapat menurunkan citra SBY dan Partai Demokrat pada Pemilu 2014 nanti.

Kondisi semakin diperkeruh ketika Taufik Kiemas juga mendukung  agar SBY menjadi ketua umum. Atas pernyataan tersebut, berbagai reaksi dan komentar bermunculan dari netizen. Beberapa contoh komentarnya antara lain Taufik Kiemas dianggap tidak amanah dan telah pindah partai karena ikut urut campur pada masalah partai lain (Demokrat). Opini selanjutnya adalah adanya kewajaran apabila Taufik Kiemas mendukung karena kondisi yang terjadi pada Partai Demokrat hampir sama dengan partai istrinya, yaitu PDIP, dimana terasa seperti partai keluarga.

Beberapa netizen berharap terpilihnya SBY sebagai ketua umum diikuti juga dengan mundurnya beliau sebagai presiden. Hal ini dikarenakan ketika ketua umum sebelumnya, Anas Urbaningrum, mundur sebagai anggota DPR setelah terpilih sebagai ketua umum atau seperti yang terjadi di PKS di mana Anis Matta juga mundur ketika harus menggantikan Luthfi Hasan. Selain itu, apabila SBY tetap merangkap jabatan, maka hal ini bertolakbelakang dengan pernyataan beliau yang mengkritik menteri-menteri yang mementingkan urusan partai politik dibandingkan urusan negara.

Pemantauan Percakapan Pilkada Bali (21-26 Maret 2013)

28 Mar

PoliticaWave – Pasangan incumbent Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta menjadi pasangan yang paling banyak diperbincangkan di media sosial. Berdasarkan hasil pemantauan oleh PoliticaWave pada 21 Maret hingga 26 Maret 2013, ditemukan bahwa Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memimpin di dua chart, yaitu share of awareness dan share of citizens. Pada share of awareness, pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta mendominasi percakapan dengan persentase sebesar 66%. Posisi kedua diisi oleh pasangan Puspayoga-Dewa Sukrawan dengan persentase sebesar 27% dan posisi terakhir diisi oleh I Gede Winasa-Putu Sudiartana dengan persentase sebesar 7%.

Image

Untuk chart share of citizen, hasilnya juga sama dengan chart share of awareness. Pada chart ini posisi pertama diisi oleh Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta yang mendominasi dengan persentase sebesar 66%. Posisi kedua kembali diisi oleh Puspayoga-Dewa Sukrawan dengan persentase sebesar 27%. Lalu posisi terakhir diisi oleh I Gede Winasa-Putu Sudiartana dengan persentase sebesar 7%.

Image

Seperti halnya pemantuan pada Pilkada sebelumnya, pasangan incumbent umumnya memimpin pada jumlah buzz di media sosial, namun berbanding terbalik dengan sentimennya. Hal inilah yang kembali ditemukan pada Pilkada Bali. Meskipun pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memimpin pada dua chart sebelumnya, akan tetapi pada chart sentimen nama mendapatkan sentimen paling negatif dibandingkan pasangan kandidat lainnya.

Pada chart candidate electability, pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta berada di wilayah negatif dengan poin sebesar -15,06. Pasangan selanjutnya yang mendapatkan sentimen negatif adalah I Gede Winasa-Putu Sudiartana dengan poin sebesar -2,93. Sedangkan pasangan Puspayoga-Dewa Sukrawan menjadi satu-satunya pasangan yang mendapatkan sentimen positif dengan poin sebesar 17,99.

Image

Analisa Kandidat Pilkada Jawa Tengah (5-18 Maret 2013)

27 Mar

Politicawave – Perbincangan mengenai para kandidat pada Pilkada Jawa Tengah cenderung dinamis di media sosial. Hal ini terbutki dari hasil pemantauan PoliticaWave mengenai tiga pasang kandidat yang akan bertarung pada Mei nanti. Berdasarkan hasil pemantauan PoliticaWave dari tanggal 5-18 Maret 2013, terlihat pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko memimpin di dua chart, yaitu share of awareness dan share of citizen. Pada chart share of awareness pasangan Ganjar-Heru mendapatkan persentase sebesar 54%. Posisi kedua diisi oleh Hadi Prabowo-Don Murdono dengan persentase sebesar 32%. Sedangkan untuk tempat ketiga diisi oleh Bibit Waluyo-Sudijono dengan persentase sebesar 14%.

Image 

Hasil yang sama juga ditemukan pada chart share of citizen. Pasangan Ganjar-Heru kembali memimpin pada chart ini dengan jumlah unique user sebanyak 3653 (46%). Untuk posisi kedua diisi oleh pasangan Hadi-Don dengan jumlah unique user sebanyak 2761 (35%). Dan posisi terakhir diisi oleh pasangan Bibit-Sudijono dengan unique user sebanyak 1526 (19%).

 Image

Pada chart sentimen, pasangan Bibit-Sudijono memimpin dan menjadi satu-satunya pasangan kandidat yang berada pada sentimen positif di media sosial. adapun pasangan Bibit-Sudijono mendapatkan sentimen dengan nilai sebesar 16,68. Sedangkan pasangan Hadi-Don dan Ganjar-Heru berada pada sentimen negatif  dengan nilai di bawah -5. Untuk pasangan Hadi-Don, mereka mendapat nilai sentimen sebesar -6,21 dan pasangan yang memimpin di dua chart lainnya, yaitu Ganjar-Heru, mendapatkan nilai sebesar -10,47.

Image
 

Dari hasil pemantauan PoliticaWave, adapun beberapa isu terkait dengan Bibit-Sudijono yang cenderung positif adalah seperti kesuksesan Bibit selama memimpin menjadi Gubernur Jawa Tengah, banyaknya Partai besar yang mendukung Bibit-Sudijono, serta digandengnya akademisi sebagai wakil gubernur. Namun ada juga beberapa isu negatif yang terkait dengan Bibit-Sudijono, hampir sebagian besar isu negatif tersebut adalah berkhianatnya Bibit dari PDI-P karena maju dari partai lain, pidato Bibit di UNS yang menyindir Joko Widodo (Jokowi), serta kebijakan Bibit yang menyetujui pembangunan pabrik yang ternyata dikecam warga sekitar.

Untuk isu yang terkait dengan Hadi-Don, hampir sebagian besar diisi oleh publikasi netizen mengenai pemberitaan media online mengenai persiapan Hadi-Don dalam menghadapi Pilkada Jateng dengan melakukan konsolidasi partai serta 6 partai menengah yang mendukung mereka. Selain pemberitaan tersebut, isu lain yang berkaitan dengan Hadi-Don adalah seperti kemenangan beruntun yang dialami oleh PKS pada Pilkada lainnya (Jawa Barat dan Sumatera Utara), mundurnya Don Murdono dari PDI-P demi maju sebagai wakil gubernur, kehadiran Hadi-Don yang dianggap sebagai gelombang baru kepemimpinan di Jawa Tengah, dan adanya rencana Hadi-Don untuk menghabiskan biaya politik yang cukup besar pada Pilkada nanti. Untuk isu negatif yang berkaitan dengan Hadi-Don adalah sebuah kumpulan tweet yang berisi “lima alasan mengapa netizen harus menolak Hadi Prabowo-Don Murdono”.

Sedangkan untuk pasangan Ganjar-Heru, isu yang diperbincangkan oleh netizen sebagian besar mengenai keputusan PDI-P yang ternyata lebih memilih Ganjar Pranowo sebagai kader yang akan bertarung di Pilkada Jateng. Isu lain yang cukup diperbincangkan adalah “utang” lima RUU yang harus diselesaikan oleh Ganjar Pranowo sebelum akhirnya dia berkonsentrasi dalam Pilkada nanti. PoliticaWave juga menemukan bahwa terdapat sebuah tulisan yang juga dipublikasikan oleh beberapa netizen. Adapun tulisan tersebut berisi beberapa alasan mengapa masyarakat harus memilih Ganjar-Heru.

Dari hasil pemantuan PoliticaWave, nama lain yang erat kaitannya dengan Ganjar Pranowo di media sosial adalah Gubernur DKI Jakarta, yaitu Jokowi. Pada kali ini, Jokowi menawarkan bantuan kepada Ganjar-Heru untuk menjadi juru kampanye mereka pada Pilkada Jateng. Selain menawarkan bantuan, Jokowi juga memberikan sebuah wejangan kepada Ganjar sebelum bertarung pada Pilkada Jateng. Ternyata upaya Jokowi tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh netizen. Beberapa netizen menyesali pernyataan Jokowi tersebut karena Jokowi lebih terlihat sebagai juru kampanye dibandingkan Gubernur DKI Jakarta. Mereka berharap agar Ganjar lebih baik menjadi diri sendiri dibandingkan mengikuti Jokowi. Hal ini terlihat dari Pilkada sebelumnya di mana kehadiran Jokowi ternyata tidak memberikan kemenangan kepada Rieke maupun Effendi. Selain itu beberapa netizen juga merasa bahwa Ganjar Pranowo dapat lebih menarik dibandingkan Jokowi karena wajahnya yang tampan, terutama bagi para pemilih perempuan dan kalangan ibu-ibu.

Seperti yang telah ditampilkan pada chart di atas, baik share of awareness dan candidat electability, tingginya buzz mengenai Ganjar-Heru ternyata tidak sepenuhnya berisi dengan buzz yang positif melainkan diisi dengan buzz yang cenderung negatif. Dari hasil pemantauan PoliticaWave, sebagian besar isu negatif yang berkaitan dengan Ganjar-Heru adalah kesalahan yang dilakukan oleh PDI-P karena lebih memilih Ganjar Pranowo dibandingkan Rustriningsih. Beberapa netizen juga merasa popularitas Ganjar kurang tinggi di Jawa Tengah dibandingkan pasangan kandidat lainnya. Selain itu, beberapa isu lainnya adalah adanya curi start kampanye yang dilakukan Ganjar serta tindakan Ganjar yang menyakiti hati para guru YPP Wonogiri karena membatalkan kedatangannya, padahal mereka telah menunggu sampai malam.

 Mengenai Rustriningsih, PoliticaWave melihat bahwa tidak dipilihnya Rustriningsih menjadi calon Gubernur dari PDI-P menjadi perbincangan yang cukup hangat di media. Hampir sebagian besar netizen merasa kecewa dengan PDI-P karena tidak memilih Rustriningsih hanya karena sempat terlibat pada suatu ormas. Padahal dirinya adalah kader yang tepat untuk mewakili PDI-P pada Pilkada Jateng. Hal ini terlihat dari kinerja, elektabilitas, popularitas, dan pengalaman beliau di Jawa tengah terhitung bagus. Beberapa netizen, yang dianggap sebagai pendukung Rustriningsih, menganggap bahwa Pilkada Jateng akan terasa kurang karena tidak adanya Rustriningsih di dalam bursa pemilihan sehingga mereka berencana untuk golput pada pemilihan nanti. Selain itu, beberapa netizen menyarankan agar Rustriningsih lebih baik pindah partai dibandingkan harus bertahan di PDI-P.  Meskipun banyak yang kecewa dengan penunjukkan tersebut, namun sebagian besar netizen tetap menghargai loyalitas dan mendukung segala keputusan yang dibuat oleh Rustriningsih.