Tag Archives: kebijakan pemerintah DKI Jakarta

Atasi Kebakaran dengan “Pawang Geni”

24 Aug

PoliticaWave.Com “Pawang Geni”merupakan alat pemadam kebakaran manual buatan Sri Utomo, dari Kampung Sudiroprajan, RT 1/ RW 8, Jebres, Solo.

Pemadam kebakaran manual ini terdiri dari tong berkapasitas 200 liter yang diletakan diatas besi beroda, dilengkapi pompa, selang sepanjang kurang lebih 10 meter, dan alat penyemprot seperti milik mobil pemadam kebakaran.

Dengan lebar 80 cm dan tinggi 1,5m, alat tersebut dirasakan cocok untuk mengatasi kebakaran di kampung padat penduduk yang memilki gang atau jalan masuk sempit seperti Jakarta.

Fleksibilitas “Pawang Geni” ternyata menarik perhatian salan satu kandidat DKI1, yang juga masih menjabat sebagai Walikota Solo, Joko Widodo. Pada kamis (23/08) yang lalu, Pak Jokowi mendatangi Sri Utomo untuk melihat kemungkinan alat tersebut digunakan di Jakarta, mengingat setiap daerah memiliki karakter masing-masing.

Pembuatan alat ‘pawang geni’ ini terinpirasi oleh permainan masa kecil si pembuatnya, dan kurang lebih 4 tahun yang lalu, alat tersebut sudah dirakit dan digunakan warga untuk memadamkan api apabila terjadi kebakaran di kampung karena tidak memakan biaya mahal untuk perawatan dan dapat digunakan semua orang. (pw)

Bencana Kebakaran di Jakarta, Kesengajaan Jelang Pemilukada Putaran 2?

23 Aug

PoliticaWave.Com – Maraknya bencana kebakaran di Jakarta pada saat ramadhan dan lebaran tahun ini, membuat banyak asumsi dan praduga bermunculan. Terutama bencana ini muncul jelang pemilukada kandidat DKI1 putaran 2, September mendatang.

Ada dugaan, bencana kebakaran yang terjadi merupakan kesengajaan berkaitan dengan pemilukada kandidat DKI1. Dugaan tersebut muncul dikarenakan daerah bencana kebakaran merupakan wilayah pendukung kandidat DKI1 Joko Widodo-Basuki Tjahaja atau biasa di sebut Jokowi-Ahok menang.

Tercatat dari mulai terdapat hasil kemenangan pasangan Jokowi-Ahok pada Agustus lalu, sampai dengan lebaran, ada 7 bencana kebakaran yang terjadi di Jakarta. Ke tujuh wilayah tersebut merupakan wilayah kemenangan Jokowi-Ahok yaitu Cideng, Kapuk Muara, Karet Tengsin, Pondok Bambu, Glodok, Pekojan (Tambora) dan Pinangsia.

Bencana kebakaran yang terjadi pada saat lebaran hari ke-4 atau kemarin, yaitu di daerah Cideng. Di wilayah ini Jokowi-Ahok meraih suara sebanyak 55,26%, sedangkan pasangan Foke-Nara hanya meraih suara sebesar 26,07%. (pw/diyah)

Permainan “Selamatkan Jakarta” dari Jokowi-Ahok

14 Aug

PoliticaWave.Com – Banyak cara para kandidat DKI1 untuk menarik peminat warga Jakarta sehingga memberikan suara untuk para kandidat DKI1. Seperti halnya yang dilakukan oleh tim sukses dari pasangan kandidat DKI1, Jokowi-Ahok. Tim ini membuat suatu permainan khusus bertajuk “Selamatkan Jakarta” yang dapat dimainkan melalui PC.

Permainan ini tentunya menarik perhatian dari warga Jakarta terutama kaum muda dan netizen yang familiar dengan permainan online.

Permainan yang terdiri dari 30 level ini menggambarkan perjuangan karakter Jokowi – lengkap dengan baju kotak-kotaknya yang ikoni, serta bercerita tentang Jokowi yang berusaha mengentaskan empat permasalahan utama di Jakarta yakni oknum pejabat yang korup, pengusaha hitam, preman, dan tempat sampah.

Setelah memenangkan setiap level akan keluar tagline seperti “Jakarta Baru tanpa kekerasan,” sebuah slogan yang khas dari pasangan Jokowi-Ahok. (pw/dy)

Kurangnya Dana Pemilukada Kandidat DKI1 Putaran Dua

9 Aug

PoliticaWave.Com – Sebuah laman berita online nasional, memberitakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengalami kekurangan dana untuk penyelenggaraan pemilukada kandidat DKI1 putaran kedua, September 2012 nanti.

Dikabarkan pula oleh laman berita online tersebut dana yang dibutuhkan oleh pihak KPU yaitu sebesar sebesar Rp 80 miliar, sedangkan anggaran yang tersedia untuk pemilukada kandidat DKI1 putaran kedua hanya Rp 59 miliar.

Sejauh ini dana pemilukada kandidat DKI1 putaran pertama memang masih tersisa, namun belum diketahui berapa sisa anggaran tersebut.

Adapun anggaran untuk pemilukada kandidat DKI1 selama ini dialokasikan dari dana hibah APBD DKI Jakarta. (pw)

Pendidikan Gratis bagi Warga Jakarta

8 Aug

PoliticaWave.Com – Anggaran pemerintah provinsi DKI Jakarta 2012 ini sebesar Rp.675 miliar akan dialokasikan untuk pendidikan gratis. Seperti di ketahui oleh warga masyarakat, bahwa Pemerintah provinsi DKI Jakarta memiliki  program Pendidikan Gratis selama 12 tahun, yaitu dimulai dari tingkat SD sampai dengan SMA.  Adapun dana tersebut direncanakan membiayai biaya investasi dan operasional sekolah.

Dari informasi di laman berita Kompas Juli lalu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan anggaran tersebut akan diberikan pada sekolah negeri sebesar Rp 304 miliar dan sekolah yang dikelola swasta sebesar Rp 352 miliar. Sisanya, digunakan untuk tunjangan tambahan bagi guru honor yaitu sebanyak Rp 18 miliar.

Akankah pendidikan gratis ini menjadi program secara rutin bagi warga DKI Jakarta? Tunggu DKI1 yang terpilih setelah putaran kedua pemilukada kandidat DKI1 September mendatang. (pw/diyah)

Pengunduran Lomba Blog PoliticaWave.Com – Tempo

2 Aug

PoliticaWave.Com – Banyaknya animo masyarakat terutama blogger yang ingin berpartisipasi pada lomba blog yang diselenggarakan PoliticaWave.Com dan Tempo bertema “Jakarta di Mata Blogger,” maka panitia pelaksana memutuskan untuk memperpanjang masa lomba.

Lomba pada awalnya dimulai pada 2 Juli 2012 dan berakhir pada 2 Agustus 2012, diperpanjang menjadi 2 September 2012.

Sedangkan untuk pengumuman pemenang nanti akan di informasikan lagi melalui facebook, twitter dan blog PoliticaWave.Com.  Lomba blog ini merupakan kerjasama PoliticaWave.Com dan Tempo. Informasi mengenai lomba ini dapat di lihat pada situs PoliticaWave.Com, situs Tempo.co dan facebook PoliticaWave.Com. (pw/diyah)

Ancaman Pidana dan Denda untuk Kampanye Illegal

1 Aug

PoliticaWave.Com – Maraknya isu SARA pada pemilukada kandidat DKI1 membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan bahwaKampanye di luar jadwal, kampanye di tempat ibadah, kampanye sentimen SARA, dan kampanye dengan membagikan sembako bisa diancam dengan pidana dan denda sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah dalam sambutan silaturahmi Stop SARA di Gedung Persada Sasana Karya, Jakarta, Sabtu, 28 Juli 2012, demikian seperti dikutip dari tempo.co.

Ramdansyah menjelaskan, kampanye di tempat ibadah diancam dengan pidana enam bulan dan denda Rp 1 juta. Sementara kampanye dengan sentimen SARA diancam dengan pidana 18 bulan dan denda Rp 1 juta. “Ada juga ancaman didiskualifikasi dari pencalonan oleh KPU bila terbukti melakukan pelanggaran,” kata Ramdan. (pw/tmp)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.